Senin, 23 Oktober 2017

Mencoba Bakso Buaya,Beratnya Nyaris 1 Kilogram Lho

Bakso pentol,bakso bulat,bakso gepeng hingga bakso kotak tentunya bukanlah hal yang asing lagi di mata kita. Namun bagaimana bentuk bakso seperti hewan pemangsa sejenis reptile?? Tentunya akan membuat kita menjadi heran bahkan bingung??


Namanya Bakso Buaya Ciliwung, inilah salah satu kedai bakso (Bakso Rusuk j Joss) yang menyuguhkan sajian daging bakso yang mempunyai bentuk mirip sekali dengan buaya. Gak tanggung-tanggung untuk bahan daging dan isiannya saja mencapai berat hingga 1 kilo lho. Lha kok berat banget?

Wajar saja jika bakso ini menjadi berat, lha wong isinya saja meliputi keju mozzarella,cabai pedas,daging dan urat pilihan yang gak kalah penting adalah kandungan daging di dalamnya yang lumayan banyak karena untuk pencetakannya saja di butuhkan banyak daging yang di masukan kedalam mesin agar adonan menjadi kuat dan kenyal.


Berat baksonya berkisar 900 gram-1,2 kg. "Untuk takaran adonan 10 kg, kita pakai sagu 2 kg dan daging kurang lebih 8 kg," Tutur si pemilik kedai

Cara menyantapnya sendiri berbeda dari bakso kuah kebanyakan, khusus bakso buaya ini kuahnya di pisah alias di cocol. Kuahnya sendiri di buat dari bahan-bahan cabai rawit, jadi untuk level pedasnya di jamin nampol banget. Nama kuahnya sendiri sangat unik lho, yakni kuah jablay..untuk menikmati kuah ini anda harus merogoh kocek tambahan 5000 rupiah / mangkuk.

Khusus untuk bakso buaya, proses produksinya sendiri di batasi. Hal ini demi menjaga ekslusifitas dan membuat rasa penasaran konsumen kian bertambah. Produksi bakso buaya biasanya hanya 20-40 porsi saja untuk tiap kedai yang tersebar, untuk proses pencetakan di lakukan manual dengan tangan karena hingga saat ini tidak ada satupun mesin bakso yang mampu mencetak layaknya cetakan buaya

Jika anda berminat untuk menikmati Bakso ala “buaya darat” ini, maka siapkan kocek cukup dalam yakni 75-95 ribu per porsi, tapi di jamin puas dan worth kok untuk di santap 2-3 orang Bersama-sama. Saat ini kedai bakso rusuk joss Cuma punya sekitar 7 gerai, dan dalam waktu dekat akan segera tambah. 

Namun jika anda ingin langsung menikmat sensasi makan di kedai pusat, tinggal ngacir aja ke lokasi kedai yang beralamat di Perum Mutiara Gading Timur Blok G1 No. 20, Mustika Jaya, Bekasi Timur, Bekasi. Masih bisa di jangkau kok…hehe

Jumat, 16 Juni 2017

Mengenal Metode Pengetesan Kemasan Produk

Mesin Press Plastik Kemasan


Jangan pernah anda menganggap remeh yang namanya suatu kemasan. Ya kemasna bisa dibilang merupakan hal yang paling dasar dan paling awal yang harus anda lihat dan rasakan pada suatu produk. Kemasan sendiri bisa mempresentasikan serta menggambarkan apakah produk yang akan kita beli berkualitas atau tidak?. 


Kemasan yang berkualitas adalah kemasan yang mampu memproteksi isi / produk dari berbagai macam jenis gangguan dari luat, baik itu zat cair dan padat maupun udara. Selama ini yang kita tahu kemasan bagus hanya terlihat dari bagian luarnya saja, tapi tahukah anda kualifikasi kemasan berkualitas terbaik seperti apa?

Oke kali ini akan di jelaskan metode / cara pengetesan yang di lakukan kepada suatu kemasan, apakah memenuhi standar dan realibitasnya teruji. Pengetesan ini tentunya di lakukan untuk mendapatkan masukan serta input yang terperinci ke pihak produsen kemasan. Oleh karenanya hal di bawah ini wajib di lakukan demi menjaga kualitas dari isi kemasan itu sendiri. Berikut ini cara pengetesan dasar yang di lakukan pada kemasan umumnya.

  • Leak (kebocoran) test
Test ini penting, untuk mengetahui seberapa kuat kemasan dapat menahan produk di dalam agar tidak mudah bocor keluar. Khususnya bagi kemasan minuman atau benda cair lainnya. Tes ini dapat dilakukan dalam kurun waktu 3-6 bulan atau lebih dengan kondisi penyimpanan yang berbeda (suhu ruangan, suhu 45 C, di bawah nol derajat celcius, dan lain-lain). Pengetesan ini di lakukan secara terus menerus. Hal ini di maksudkan apakah kemasan akan bereaksi dengan isinya yang dapat menyebabkan perubahan seperti bau, warna, viskositas, bentuk, dan performance) maupun kemasannya (bau, warna, berkarat untuk kemasan kaleng, berubah bentuk seperti menggelembung atau lainnya, apakah ada produk yang menembus keluar karena hal-hal di atas.

  • Drop Test
Tes ini sendiri cukup krusial di lakukan dan amat penting, karena kemasan yang bagus dan kuat tentunya akan tahan terhadap guncangan setelah kemasan di packing dengan menggunakan mesin press plastik. Drop test ini dilakukan dalam beberapa posisi jatuh, posisi bawah, atas, miring kiri, miring kanan, arah lebar, dan arah panjang dengan ketinggian tertentu. Ada standar tertentu yang harus dipenuhi, seperti tidak boleh pecah atau bocor setelah dijatuhkan pada ketinggian tertentu.

  • Stress Crack
Tes selanjutnya adalah melakukan simulasi perenggangan terhadap bagian fisik kemasan, hal ini cukup di perlukan mengingat kemasan akan mengalami fase dimana posisinya sering kali berubah-rubah bentuk. Dari hasil ini bisa dilihat ketahanan kemasan press plastik terhadap kondisi di sekitar.

  • Fade Test (kepudaran warna)
Ketahanan warna kemasan terhadap sinar matahari perlu dites. Kemasan berwarna dapat memudar warnanya setelah waktu tertentu. Bisa saja memudar dalam waktu yang relatif singkat (kurang dari 1 minggu di bawah sinar matahari). Hal tersebut karena tinta dan master batch atau pigmen yang digunakan tidak tahan terhadap sinar matahari.

Nah itulah beberapa mode test yang di lakukan terhadap kemasan berbahan dasar plastik dan karton. JIka anda senantiasa aware terhadap kemasan suatu produk. Maka cara paling gampang untuk menentukan kemasan tersebut qualify atau tidak adalah dengan mentest sendiri. 

Metode pengetesan di atas bertujuan untuk memberikan pandangan awal mengenai pengetesan apa saja yang biasa dilakukan, baik untuk kemasan primer, kemasan sekunder, maupun kemasan tersier sehingga pembaca dapat menentukan jenis test apa yang paling cocok untuk digunakan.

Selasa, 15 November 2016

Benarkah Kemasan Vacuum Sealer Berbahaya Untuk Makanan?

Vacuum sealer


Memvacuum makanan pada zaman sekarang ini bisa dibilang salah satu cara paling efektif untuk membuat umur makanan jadi lebih tahan lama. Selain awet, makanan yang di vacuum pun di percaya mempunyai daya higienis yang lebih tinggi, mengapa? Perlu di ketahui proses pemvakuman pada kemasna makanan membutuhkan teknologi yang cukup maju. Teknologi ini memanfaatkan proses penyedotan udara yang ada pada kemasan dengan cara yang lebih modern.


Nah seperti yang kita ketahui bahwasanya proses vacuum / sedot udara pada kemasan akan membuat makanan menjadi lebih awet dana man. Karen ajika di telisik secara logika dan fakta Oksigen pada bahan pangan dapat menyebabkan makanan menjadi cepat rusak misalnya karena oksidasi. Hal ini terutama pada produk yang mengandung lemak dan pigmen warna, sehingga menyebabkan ketengikan (rancidity) dan perubahan warna (staining), serta berpengaruh terhadap mutu.

Lantas metode vacuum sealer kemasan pada makanan tidak mengandung resiko apakah? Tentu saja owh, dari proses pemvakuman tersebut ada resiko yang harus anda pahami. Mesin Kemasan Vacuum Sealer sejatinya di gunakan untuk mengemas makanan dengan proses hampa udara, ketika kemasan menjadi hampa udara maka pertumbuhan mikroba aerob menjadi kecil bahkan hilang. Hanya saja hal tersebut tidak berlaku bagi mikroba anaerob terutama yang jenisnya Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat tumbuh secara ideal pada 0 Aw.91-0.95. Clostridium Botulinum perlu menjadi perhatian karena bahaya racun botulin (neurotoksin) yang dihasilkannya. Ada  5 Kriteria jenis produk makanan yang apabila di vacuum akan menimbulkan resiko bahaya racun Botulin.
 
produk makanan memiliki nilai aktivitas (Aw)> 0.85. Aktivitas air memiliki hubungan dengan pertumbuhan mikroorganisme dan 0.85 ialah kritis bagi pertumbuhan C. botulinum.
 
produk makanan memiliki pH lebih besar dari 4.5. Bahan pangan dengan pH>0.45 dan Aw>0.85 digolongkan sebagai makanan berasam rendah (low acid solution food) yang memiliki risiko terhadap kerusakan karena mikroba yang lebih tinggi dibandingkan makanan berasam tinggi (high acidity food). Untuk produk pangan hewani (daging, telur, susu) dan sayur-sayuran umumnya tergolong sebagai pangan asam rendah.
 
produk makanan tidak mengalami proses untuk membunuh mikroba pembusuk maupun spora mikroba pathogen setelah pengemasan sterilisasi.
 
Produk makanan merupakan produk prepared to eat yang siap dikonsumsi tanpa adanya proses atau perlakuan yang dapat menghancurkan racun botulin.
Produk makanan disimpan dalam suhu ruang tanpa adanya pendinginan (refrigerasi). C. Botulinum tidak mampu tumbuh dan menghasilkan racun botulin dalam kondisi refrigrerasi

Nah dari penjabaran di atas maka bisa di ketahui bahwasaanya tidak semua makanan bisa dan cocok untuk di kemas menggunakan Mesin Vacuum Sealer murah. Untuk memastikan makanan yang anda Vacuum aman, maka anda harus secara spesifik memastikan 5 kriteria di atas termasuk dalam makanan yang anda kemas apakah?

Oke semoga berguna

Selasa, 04 Oktober 2016

Trik Memanggang Dengan Oven Kue Agar tak Gosong

Oven Kue


Apakah anda termasuk kedalam golongan orang yang sering gagal dalam membuat kue kering? Well gak usah berkecil hati dan panic karena pada dasarnya hanya kesalahan-kesalahan kecil yang anda buat. Kesalahan paling mendasar dalam membuat kue kering yang paling sering di lakukan adalah masalah pemanggan adonan dan cetakan yang telah di buat, tak jarang cetakan adonan kue menjadi gosong dan overcook. 


Hal ini tentunya akan berimbas kepada rasa kue yang di hasilkan, aroma gosong dan pahit dari sisa pembakaran menjadi rasa utama yang telah kacau. Oke bagi anda yang sering bingung dan gagal dalam memanggang kue, berikut ini ada tips bermanfaat seputar bagaimana trik memangang adonan dengan oven kue yang tepat dan efektif!

  • Olesi Loyang Dengan Margarin
Pada fase ini sangat sederhana namun penting untuk di lakukan, mengolesi permukaan Loyang dengan margarin mempunyai manfaat dan fungsi agar cetakan kue tidak menjadi lengket serta utuh ketika di keluarkan atau di angkat dari Loyang. Pelumasan margarin pada Loyang tentu akan membuat kue anda jauh lebih utuh dan kuat ketika di panggang dan membuat Loyang anda menjadi lebih awet

  • Jangan membuka Pintu Oven Saat Proses pemanggangan.
Sering kali kita lalai dan lupa, bahwasannya saat proses pemanggangan terjadi maka tidak seharusnya kita membuka pintu oven untuk melihat kondisi cetakan kue. Mengapa? Karena dengan demikian anda membuat pemanasan pada oven dalam kondisi optimal dan stabil menjadi tidak terfokus. Hal ini di sebabkan adanya udara yang masuk dari luar ketikan pintu oven kue tersebut di buka, maka bisa dibilang suhu dalam oven menjadi tidak ideal lagi

  • Jangan Langsung Mengeluarkan Kue Dari Oven Kue
Hal sederhana yang paling sering kita lakukan adalah kurang teliti ketika harus mengeluarkan kue dari dalam oven yang telah padam. Untuk hasil yang lebih baik ada baiknya di jeda 3-5 menit, Pastikan matang dulu, baru dikeluarkan dari oven hal ini di lakukan untuk menghindari kue yang kempis secara tiba-tiba.

  • Memasukan Kue Langsung Ke Dalam Kulkas
Hal ini sebenarnya sering kali di larang untuk di lakukan, karena kue yang baru keluar dari loyang perlu waktu untuk dingin secara alami, biarkan beberapa waktu hingga permukaannya mengeras.
Oke semoga info ini berguna untuk anda semua