Senin, 11 April 2011

Keseimbangan Dalam Desain Grafis



Desain Grafis - Dalam bekerja seorang desainer grafis harus mempertimbangkan berbagai prinsip demi mencapai hasil akhir yg baik. Prinsip-prinsip desain yg akan dijelaskan di bawah ini bukanlah sebuah nilai mati bahwa desain yg paling baik adalah seperti apa yg dikandung dalam prinsip tersebut.

Berikut Prinsip - Prinsip Desain Grafis

Kesederhanaan
Banyak pakar desain grafis menyarankan prinsip ini dalam pekerjaan desain. Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yg disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yg ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yg sulit dibaca.

Keseimbangan
Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yg saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dgn full color (F/C).
Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yg dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Kesatuan
Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yg merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yg dimaksud.

Penekanan (aksentuasi)
Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yg dimaksud.

Irama (repetisi)
Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yg terletak pada ruang, serupa dgn interval waktu antara dua nada musik beruntun yg sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dgn tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Sumber: ilmugrafis.com

Temukan Info Lain Seputar Desain Grafis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar