Rabu, 26 Januari 2011

Bijak Dan Cerdas Mengolah Sampah






Usaha - Lihatlah sekeliling kita. Ada begitu banyak peluang usaha baru yg cukup menjanjikan untuk dicoba. Salah satunya, timbunan sampah. Di balik timbunan menjijikkan dan sumber penyakit itu ternyata terdapat sebuah peluang usaha. Salah satunya dgn membuat kompos. Selain mendapatkan penghasilan, kita pun akan bisa menyelamatkan lingkungan. 

Proses pembuatan kompos tergolong mudah dgn biaya relatif ringan. Peralatan yg dibutuhkan pun sederhana dan mudah diperoleh.

Trik Jitu Memulai Usaha Kompos

Mayoritas orang menganggap memulai adalah hal yg sangat berat dan penuh rintangan. Apalagi, jika ada kaitannya dgn sampah. Biasanya, orang akan termangu seraya berandai-andai yg justru menghambat langkah diri.

Berikut Ini Beberapa Trik Untuk Memulai Usaha Kompos

·        Pertama, siapkan 2 jenis tempat sampah, yakni tempat sampah organik (penampung limbah sayur, buah, sisa makanan, jeroan ikan dan kulit udang) dan tempat sampah non-organik (penampung limbah kertas, tetrapak, amplop surat, bungkus roti, plastik).

·        Kedua, pilih limbah dari tempat sampah organik. Cincang kecil limbah tersebut dgn ukuran 1-2 cm. Sore hari masukan limbah tersebut ke lahan kosong/lubang tanah ukuran 1 x 2 m hingga lubang penuh terisi limbah. Limbah rumah tangga biasanya bersifat basah sehingga sangat berbau. Untuk mengurangi tingkat kebasahannya diberikan satu gaenggam taburan serutan kayu ataupun "deodorant sampuk" (seperti serbuk arang yg kompsosisinya hanya berupa karbon). Yg terpenting adonan kompos itu lembab, Ketika digenggam dan diperas airnya tidak menetes, namun setelah genggaman dibuka tangan kita akan basah. Jadi tidak dalam keadaan benar-benar kering.

·        Ketiga, kemudian taburkan 1 sendok bakteri yg berbentuk bubuk ke dalam tumpukan limbah rumah tangga tersebut. Tutup lubang tanah tersebut baik dgn plasitk/karung atau penutup lainnya, asalkan masih terdapat sedikit celah udara. Adukan bahan kompos tersebut setiap hari. alhasil pupuk kompos akan matang dalam waktu 7-10 hari.

·        Perhatikan izin memasarkan atau mengedarkan produk kompos yg dihasilkan. Biasanya, masalah perizinan tersebut ditangani oleh departemen pertanian. Biaya yg diperlukan juga cukup besar. Jalinlah kerja sama dgn mitra atau pengusaha besar, agar biaya perizinan ini bisa diatasi.

·        Pahami segala seluk-beluk produk kompos yg dihasilkan, kenali para pesaing, dan pahami calon pembeli. Semua itu akan membantu pemasaran produk, hingga terjual sesuai target.

·        Jalin kemitraan dgn petani organik untuk memasarkan produk kompos. Gunakan sistem bagi hasil dgn kesepakatan bersama secara adil. Bersama petani, pengembangan kompos juga dapat dilakukan dgn melihat kebutuhan mereka.

·        Pengusaha kompos juga dapat menciptakan peluang lain. Antara lain, memproduksi dan menjual bioaktivator, memproduksi dan menjual komposter (alat pembuat kompos), membangun toko bahan makanan organik, serta membuka restoran organik.

Sumber : Peluang Usaha No.: 18 Edisi 08-21 Mei 2009
Temukan Info Lain Seputar Usaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar