Tampilkan postingan dengan label osteoporosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label osteoporosis. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Mei 2010

Bahaya Kopi Untuk Tubuh



Lebih dari setengah orang dewasa di Amerika Serikat meminum kopi setiap hari. Rata-rata konsumsi kopi mencapai tiga gelas–sembilan ons perhari. Ditambah dengan konsumsi teh, cokelat dan beragam obat dan makanan yang mengandung kafein, tidaklah mengherankan orang seringkali bertanya berapa jumlah kafein yang diasup.
Kafein merupakan alkaloid yang mestimulasi otot dan sistem syaraf pusat serta menyerap dan mendistribusikannya dengan cepat ke seluruh tubuh. Setelah meminum kopi, biasanya peminumnya merasa kewaspadaan dan energinya meningkat, memperbaiki mood dan meningkatkan performa olahraga.
Walaupun begitu, ada beberapa kelemahan akibat mengkonsumsi minuman kopi secara berlebihan, termasuk sakit perut, sulit tidur (insomnia), gugup, sakit kepala, ketergantungan kafein dan keropos tulang.
Dehidrasi
Konsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi tubuh. Kafein mempengaruhi kerja ginjal yang berfungsi sebagai diuretik, dengan meningkatkan produksi urin dan mengurangi cairan tubuh. Berbagai hasil studi membuktikan ada keterkaitan antara kekurangan cairan dengan tingginya tingkat konsumsi kafein diatas 600 miligram per hari (enam-tujuh gelas perhari). Indikasi efek diuretik berbeda di setiap individu, namun secara umum konsumsi kafein yang aman sebanyak 300 miligram atau dua-tiga gelas per hari.
Tulang cepat keropos
Efek lain konsumsi kafein berlebihan akan mempengaruhi kesehatan tulang. Sebab, kafein meningkatkan produksi urin yang mengandung kalsium sebagai salahsatu komponennya. Kalsium memainkan peran penting untuk mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah keropos tulang (osteoporosis). Kondisi osteoporosis menunjukkan pengurangan massa tulang sehingga rawan patah.  Bukti-bukti menunjukkan konsumsi kafein dan minuman yang mengandung kafein meningkatkan jumlah kalsium yang hilang dari tubuh.
Efek ini sebagian besar ditemukan pada wanita yang memasuki masa menopause dengan konsumsi kafein tinggi. Sebagian besar penelitian menemukan konsumsi kafein yang tidak berlebihan tidak mengakibatkan kekeroposan tulang. Selain itu, asupan kalsium bisa melawan efek negatif akibat konsumsi kafein.
Mencegah kekeroposan tulang dilakukan dengan menambah susu dalam cangkir teh atau kopi. Minuman yang mengandung susu atau soda susu akan menjaga massa tulang. Ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya menghindari asupan kafein seperti kekurangan zat besi, kardiak arrhytmia, batu ginjal, dan osteoporosis.
Jika ingin mengurangi konsumsi minuman berkafein, gantilah minuman berkafein dengan air mineral atau minuman non-kafein lainnya. Berikut beberapa langkah yang bisa mengurangi konsumsi kafein.


http://pesatnews.com

Temukan semuanya tentang makanan & Restaurant dan Toko Bunga

Senin, 03 Mei 2010

Efek Samping Minuman Ringan, Tulang Mengeropos


Sebuah hasil penelitian di bidang kesehatan mengungkapkan, kebiasaan mengonsumsi minuman ringan (soft drink) secara berlebihan dapat mempercepat seseorang mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis, selain faktor kurangnya aktivitas fisik serta minimnya masukan zat kalsium. Minuman ringan menjadi salah satu faktor yang mendorong pengeroposan tulang, karena mengandung karbon yang menghambat penyerapan zat kalsium.

"Hindari kebiasaan merokok, alkohol, kafein serta minuman ringan," kata dokter Tanya TM Rotikan dari Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta, dalam lokakarya yang membahas "Terobosan Baru Dalam Ilmu Kesehatan Tulang" di Jakarta, Senin (6/3). Bahkan kafein yang terdapat dalam kopi, apalagi jika diminum secara berlebihan kata Tanya, akan mengeluarkan kalsium secara berlebihan.

Sementara itu, alkohol merusak tulang dan menyebabkan pola makan yang tidak teratur sehingga timbul gangguan kecukupan zat gizi dalam makanan. Pada acara yang diselenggarakan PT Fonterra Brands Indonesia yang menghasilkan susu Anlene tersebut, dokter Tanya menyebutkan, sekalipun di Indonesia belum diketahui secara tepat jumlah penderita osteoporosis, tetapi sebagai perbandingan di Amerika Serikat terdapat 28 juta penderita yang sedikitnya mengakibatkan terjadinya 1,5 juta kasus patah tulang setiap tahunnya.

Untuk mengatasi kasus pengeroposan tulang ini, ia menyarankan agar masyarakat untuk lebih memerhatikan gaya hidup mereka serta menata kembali pola makannya. "Osteoporosis dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih aktif bergerak, cukupnya paparan sinar matahari dan cukupnya masukan kalsium yang disesuaikan dengan usia, masing-masing (orang, red)," katanya.

Ia menjelaskan, pada umumnya penderita osteoporosis tidak menyadari gangguan kesehatan yang mereka alami. Kondisi itu baru disadari bila mereka menderita patah tulang sehingga baru kemudian menghubungi dokter. Selain patah tulang, gejala osteoporosis juga bisa ditemukan apabila tubuh makin pendek atau makin membungkuk, timbulnya nyeri tulang, serta secara kebetulan ditemukannya gambaran radiologik yang khas.

Di tempat yang sama, Manajer Pemasaran Fonterra Brands Indonesia Baskorohadi Sukatmo menyebutkan, susu berkalsium tinggi dapat mencegah terjadinya gangguan tulang ini. "Osteoporosis disebabkan oleh menurunnya kalsium dalam tulang, yang membuat tulang menjadi tipis, keropos dan mudah patah," kata Baskorohadi Sukatmo.



http://www.suarapembaruan.com