Tampilkan postingan dengan label matahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label matahari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juni 2010

Tips Pengering Pakaian Kala Hujan Tak Kunjung Berhenti



Mesin pengering pakaian menggunakan prinsip kerja sirkulasi yaitu dengan perputaran udara antara udara dingin dan panas dengan menggunakan kipas pada bagian atas dan heater pada bagian bawah.

Jadi sistem kerjanya adalah udara dingin dialirkan dari bawah ke atas dan dibuang ke bagian bawah dan digantikan oleh heater membawa udara panas keatas dan begitu seterusnya, sehingga menjadikan proses pengeringan lebih cepat dan pakaian tidak lembab. Panasnya menggantikan panas dari matahari dan kipas berfungsi menggantikan angin yang bertiup. Waktu menjemur dibawah matahari paling efektif adalah jam 9 pagi- jam 2 siang.

Padahal kita tahu angin tidak selalu bertiup dan jika sudah sore panas matahari sudah hilang. Dengan adanya mesin pengering pakaian membuat kita bisa mengeringkan pakaian kapanpun kita mau. Bahkan saat kita tertidur sekalipun. Cocok digunakan saat musim hujan, bagi pemilik apartement, ato yang lagi repot punya bayi/anak kecil/bekerja. Juga cocok untuk usaha laundry dan kos-kosan (dengan kapasitas yang besar)

Keunggulan

Keunggulan mesin pengering pakaian adalah menggunakan sistem sirkulasi dibanding sistem rotary ( pengeringan dengan tabung) :

1. Efek kain kusut karena pengeringan putar dapat diminimalisir.

2. Kerusakan kancing baju dan reselting dapat dihindari

3. Menyetrika menjadi lebih mudah

4. Dengan pemanfaatan ruang sirkulasi udara panas dan dingin lebih bisa dimanfaatkan  maksimal. Artinya untuk menghasilkan derajat pengeringan, dengan kapasitas yang sama, system convection hanya membutuhkan separo ½ energi yang dibutuhkan oleh system rotary.

5. Watt kecil cocok untuk anda yang mempunyai masalah dengan penambahan daya listrik
  
6. Tidak menghanguskan pakaian (tidak berbau gosong)
  
7. Bisa diberikan pengharum pakaian jadi disemprotkan dan akan menyebar (option tergantung tipe)
  
8. Ultraviolet yang membantu membunuh bakteri dan kuman secara efektif


http://www.rudydewanto.web.id/

Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 03 Mei 2010

Efek Samping Minuman Ringan, Tulang Mengeropos


Sebuah hasil penelitian di bidang kesehatan mengungkapkan, kebiasaan mengonsumsi minuman ringan (soft drink) secara berlebihan dapat mempercepat seseorang mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis, selain faktor kurangnya aktivitas fisik serta minimnya masukan zat kalsium. Minuman ringan menjadi salah satu faktor yang mendorong pengeroposan tulang, karena mengandung karbon yang menghambat penyerapan zat kalsium.

"Hindari kebiasaan merokok, alkohol, kafein serta minuman ringan," kata dokter Tanya TM Rotikan dari Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta, dalam lokakarya yang membahas "Terobosan Baru Dalam Ilmu Kesehatan Tulang" di Jakarta, Senin (6/3). Bahkan kafein yang terdapat dalam kopi, apalagi jika diminum secara berlebihan kata Tanya, akan mengeluarkan kalsium secara berlebihan.

Sementara itu, alkohol merusak tulang dan menyebabkan pola makan yang tidak teratur sehingga timbul gangguan kecukupan zat gizi dalam makanan. Pada acara yang diselenggarakan PT Fonterra Brands Indonesia yang menghasilkan susu Anlene tersebut, dokter Tanya menyebutkan, sekalipun di Indonesia belum diketahui secara tepat jumlah penderita osteoporosis, tetapi sebagai perbandingan di Amerika Serikat terdapat 28 juta penderita yang sedikitnya mengakibatkan terjadinya 1,5 juta kasus patah tulang setiap tahunnya.

Untuk mengatasi kasus pengeroposan tulang ini, ia menyarankan agar masyarakat untuk lebih memerhatikan gaya hidup mereka serta menata kembali pola makannya. "Osteoporosis dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih aktif bergerak, cukupnya paparan sinar matahari dan cukupnya masukan kalsium yang disesuaikan dengan usia, masing-masing (orang, red)," katanya.

Ia menjelaskan, pada umumnya penderita osteoporosis tidak menyadari gangguan kesehatan yang mereka alami. Kondisi itu baru disadari bila mereka menderita patah tulang sehingga baru kemudian menghubungi dokter. Selain patah tulang, gejala osteoporosis juga bisa ditemukan apabila tubuh makin pendek atau makin membungkuk, timbulnya nyeri tulang, serta secara kebetulan ditemukannya gambaran radiologik yang khas.

Di tempat yang sama, Manajer Pemasaran Fonterra Brands Indonesia Baskorohadi Sukatmo menyebutkan, susu berkalsium tinggi dapat mencegah terjadinya gangguan tulang ini. "Osteoporosis disebabkan oleh menurunnya kalsium dalam tulang, yang membuat tulang menjadi tipis, keropos dan mudah patah," kata Baskorohadi Sukatmo.



http://www.suarapembaruan.com