Tampilkan postingan dengan label kafein. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kafein. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Mei 2010

Bagaimana Pengaruh Kafein Pada Kehamilan?


Bagaimana Pengaruh Kafein (kopi, teh, soft drink, dll) Pada Kehamilan?
Pendapat tentang apakah boleh minum minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi selama kehamilan masih bertentangan. Satu pihak menyatakan anda tetap dapat menikmati minuman kafein anda selama anda hamil selama anda tidak menkonsumsi berlebihan. Dan ada beberapa penelitian menemukan bahawa wanita yang mengkonsumsi 300 mg kafein atau lebih dalam sehari, mempunyai resiko tinggi untuk mengalami keguguran. Dan konsumsi kafein yang tinggi akan meningkatkan kemungkinan kelahiran premature atau berat badan lahir rendah.

Walaupun penelitian tentang minuman kafein ini belum mencapai titik kesimpulan untuk batasan berapa banyak yang dapat dikonsumsi, adalah lebih baik bagi ibu hamil untuk mengurangi konsumsi yang mengandung kafein(kopi, teh, soda, coklat atau kombinasinya) sampai 2 gelas sehari saja atau lebih baik menghindari minuman yang mengandung kafein ini.

Hal yang pasti mengapa sebaiknya anda menghindari minuman yang mengandung kafein ini selama kehamilan anda, karena:

• Kafein akan meningkatkan detak jantung dan metabolisme anda,

• Menyebabkan sulit tidur,

• Perasaan cemas,

• Sakit kepala.

• Merangsang cairan dalam lambung yang menimbulkan rasa panas atau perih (heartburn), Kafein bersifat diuretic sehingga anda akan lebih sering buang air kecil.

• Kafein menyebabkan anda kehilangan kalsium.

• Dan satu hal terpenting mengapa anda sebaiknya menghindari atau mengurangi teh/ kopi anda, karena kafein mereka mengandung phenol yang menyebabkan tubuh sulit untuk menyerap zat besi. Padahal kita tahu zat besi dibutuhkan tubuh anda apalagi selama kehamilan ini.


Jadi dari semua hal diatas kita dapat menilai bahwa tidak ada nilai nutrisi yang diberikan dari kafein ini buat kehamilan anda, bukan???

Makanan dan minuman apa saja yang mengandung kafein?

Kafein terdapat di kopi, teh, cola, coklat, minuman soft drink, juga terdapat pada beberapa obat-obatan untuk sakit kepala, flu, alergi.

Tentu saja jumlah kandungan kafein dalam kopi dan teh bervariasi luas, tergantung dari apakah bentuk instant, seduh, keras atau lemah kandugannya.

Setelah kita mempelajari bahwa tidak ada nilai nutrisi yang diberikan makanan atau minuman yang mengandung kafein ini yang terbaik adalah anda menganti semua keinginan untuk minum kopi atau teh anda ke makanan dan minuman lain yang memang mempunyai nilai nutrisi buat anda dan bayi anda. Seperti merubah kebiasaan anda ke minuman yang bernutrisi seperti jus buah, air putih dan susu.


http://www.infoibu.com
Temukan semuanya tentang makanan & Restaurant dan Toko Bunga

Senin, 10 Mei 2010

Bahaya Kopi Untuk Tubuh



Lebih dari setengah orang dewasa di Amerika Serikat meminum kopi setiap hari. Rata-rata konsumsi kopi mencapai tiga gelas–sembilan ons perhari. Ditambah dengan konsumsi teh, cokelat dan beragam obat dan makanan yang mengandung kafein, tidaklah mengherankan orang seringkali bertanya berapa jumlah kafein yang diasup.
Kafein merupakan alkaloid yang mestimulasi otot dan sistem syaraf pusat serta menyerap dan mendistribusikannya dengan cepat ke seluruh tubuh. Setelah meminum kopi, biasanya peminumnya merasa kewaspadaan dan energinya meningkat, memperbaiki mood dan meningkatkan performa olahraga.
Walaupun begitu, ada beberapa kelemahan akibat mengkonsumsi minuman kopi secara berlebihan, termasuk sakit perut, sulit tidur (insomnia), gugup, sakit kepala, ketergantungan kafein dan keropos tulang.
Dehidrasi
Konsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi tubuh. Kafein mempengaruhi kerja ginjal yang berfungsi sebagai diuretik, dengan meningkatkan produksi urin dan mengurangi cairan tubuh. Berbagai hasil studi membuktikan ada keterkaitan antara kekurangan cairan dengan tingginya tingkat konsumsi kafein diatas 600 miligram per hari (enam-tujuh gelas perhari). Indikasi efek diuretik berbeda di setiap individu, namun secara umum konsumsi kafein yang aman sebanyak 300 miligram atau dua-tiga gelas per hari.
Tulang cepat keropos
Efek lain konsumsi kafein berlebihan akan mempengaruhi kesehatan tulang. Sebab, kafein meningkatkan produksi urin yang mengandung kalsium sebagai salahsatu komponennya. Kalsium memainkan peran penting untuk mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah keropos tulang (osteoporosis). Kondisi osteoporosis menunjukkan pengurangan massa tulang sehingga rawan patah.  Bukti-bukti menunjukkan konsumsi kafein dan minuman yang mengandung kafein meningkatkan jumlah kalsium yang hilang dari tubuh.
Efek ini sebagian besar ditemukan pada wanita yang memasuki masa menopause dengan konsumsi kafein tinggi. Sebagian besar penelitian menemukan konsumsi kafein yang tidak berlebihan tidak mengakibatkan kekeroposan tulang. Selain itu, asupan kalsium bisa melawan efek negatif akibat konsumsi kafein.
Mencegah kekeroposan tulang dilakukan dengan menambah susu dalam cangkir teh atau kopi. Minuman yang mengandung susu atau soda susu akan menjaga massa tulang. Ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya menghindari asupan kafein seperti kekurangan zat besi, kardiak arrhytmia, batu ginjal, dan osteoporosis.
Jika ingin mengurangi konsumsi minuman berkafein, gantilah minuman berkafein dengan air mineral atau minuman non-kafein lainnya. Berikut beberapa langkah yang bisa mengurangi konsumsi kafein.


http://pesatnews.com

Temukan semuanya tentang makanan & Restaurant dan Toko Bunga

Kamis, 06 Mei 2010

Efek Mencampur Alkohol & Minuman Energi!




Mencampurkan kafein dalam minuman energi dan alkohol populer di kalangan pemuda Amerika. Padahal, kebiasaan ini mengakibatkan angka kejadian mabuk kala mengemudi semakin tinggi.


Para peneliti University of Florida mensurvei lebih dari 800 orang usia kuliah yang biasa ke bar dan ke luar dari bar, sekira pukul 22.00 dan 03.00. Para partisipan ditanya tentang konsumsi mereka terhadap minuman energi, kafein, dan alkohol. Nafas bau alkohol mereka juga diukur.


Dilansir Health24, Senin (15/2/2010), sebanyak 6,5 persen partisipan yang mengatakan minum alkohol dicampur minuman energi tiga kali lebih sering mengonsumsinya daripada mereka yang hanya minum alkohol, tanpa campuran apapun. Sementara, nafas alkohol yang terukur pada mereka yang mengonsumsi alkohol dan minuman energi adalah 0,109. Padahal, batasan yang diizinkan pemerintah Amerika Serikat adalah 0,08.


Miskonsepsi umum


Para penelti juga menemukan bahwa pelanggan bar yang biasa mencampur alkohol dan minuman energi akan meninggalkan bar lebih malam, minum untuk periode lebih lama, dan empat kali kemungkinan lebih besar yang mengatakan akan mengemudikan mobil setelah minum. Demikian menurut laporan pada jurnal Addictive Behaviors.


"Ada sebuah miskonsepsi umum bahwa jika Anda minum kafein bersama dengan minuman beralkohol, efek stimulan dari kafein menetralkan efek depresan dari alkohol. Itu tidak benar,” tegas salah seorang penulis kajian, Bruce Goldberger, Kepala Jurusan Toksiologi di University of Florida College of Medicine.


Secara sederhana, kafein mengurangi perasaan ngantuk yang diakibatkan oleh alkohol. Kondisi ini adalah perilaku berisiko. Karenanya, ditegaskan Goldberger, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengukur berapa kadar kafein yang aman dikonsumsi bersama dengan minuman energi ataupun alkohol.



http://www.faceref.com