Tampilkan postingan dengan label teknik fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik fotografi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Juli 2010

Tips & Trik: Memaksimalkan Tampilan Foto Pernikahan Anda



Outdoor Wedding Photography menciptakan cerita tersendir di hati Anda. Adegan yang indah, sinar matahari, dan udara segar benar-benar menetapkan lokasi untuk romance. Sayangnya, cahaya, awan, angin, dan bahkan unsur-unsur tidak pernah sama dari waktu ke waktu. Karena unsur-unsur alami cukup berbeda dari dalam ruangan, ada beberapa hal yang perlu mempertimbangkan untuk membantu bahkan fotografer pernikahan terbaik untuk mendapatkan gambar Wedding Photography yang bagus.

Pilih Latar Belakang Baik

Seperti halnya dengan Wedding Photography indoor, ada beberapa hal yang ingin Anda sertakan di latar belakang karena mereka menambah gambar dan hal-hal yang terbaik ditinggalkan. Berdiri di tepi bukit dengan pegunungan di latar belakang, misalnya, akan membuat gambar yang menakjubkan. Memiliki mobil di latar belakang adalah tidak apa yang ingin Anda lihat. Jika itu tidak terjadi, itu bukan akhir dari dunia. Untuk fotografer pernikahan, ini bisa berarti mereka akan menembak dari sudut yang berbeda atau menggunakan lensa yang berbeda dan fokus pengaturan untuk mengaburkan dari latar belakang.

pengaturan tampilan dengan baik untuk fotografi pernikahan sebagai latar belakang besar. Sebuah latar belakang tekstur kecil perlu di latar belakang untuk membantu mendirikan tempat untuk Anda. Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti air mancur, arsitektur, semak belukar, dan bahkan trotoar. Banyak pasangan yang sebenarnya lebih memilih pengaturan tampilan yang lebih kecil untuk Wedding Photography

Pencahayaan Alami

Alam sinar matahari yang kuat dapat membuat sangat sulit untuk mengambil gambar yang bagus. Ini menciptakan bayangan yang sangat berbeda pada foto-foto dan sangat terang daerah. Meskipun tidak membuat foto dramatis, itu tidak selalu yang terbaik. Dalam contoh ini, bayangan atau bahkan hari mendung menciptakan pencahayaan lembut yang bagus untuk foto. Sekitar satu jam sebelum matahari terbenam dan terbitnya matahari adalah saat-saat pencahayaan yang terbaik, terutama karena cahaya mengambil warna emas yang menambahkan sentuhan bagus untuk sebagian besar lokasi.

Pertimbangkan Hitam Dan Putih

Karena tekstur kaya biasanya ditemukan di luar Wedding Photography, setelah foto itu membuat beberapa atau semua potret hitam dan putih bisa menjadi sentuhan yang bagus. Tekstur ditambahkan dari dedaunan dan arsitektur disorot hanya cukup untuk menyimpan gambar yang menarik. Sebagai manfaat tambahan, menghilangkan warna dari foto juga bekerja dengan baik dengan gambar yang diambil dalam cahaya yang kuat.

Setelah Wedding Photography diambil di luar ruangan pernikahan berarti Anda dan  fotografer pernikahan akan berhadapan dengan alam. Kawanan kecil lalat atau debu membuat tanda kecil kecil di gambar. Jika sangat berangin, sangat panas, atau dingin, akan muncul dalam wajah subjek juga. Hal-hal seperti salju dan hujan muncul sebagai tanda dalam foto Wedding Photography. Jika Anda memiliki gambar yang diambil dalam sebuah gazebo besar atau ditutupi struktur, salju atau hujan di latar belakang benar-benar dapat membuat latar belakang yang bagus untuk potret Anda. Namun, itu selalu merupakan ide yang baik untuk memiliki rencana alternatif di tempat untuk mempersiapkan untuk yang tak terduga.



Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 19 Juli 2010

Tips & Trik: Teknik Memotret Benda Bergerak




Apabila kita menyukai foto-foto candid selama dalam perjalanan ataupun liburan, tentunya kita banyak menemui objek-objek menarik yang sedang bergerak. Objek anak-anak yang sedang bermain, mobil yang sedang ngebut di arena balap, dan objek bergerak lainnya memang menarik untuk difoto. Sayang, seringkali kita mendapatkan gambar yang blur akibat gerakan objek, atau gambar yang tidak tajam akibat objek yang tidak fokus.oleh karena itu kita perlu mengetahui beberapa teknik fotografi yang memungkinkan kita mendapatkan hasil yang baik



Beberapa teknik fotografi di bawah mungkin bisa digunakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.


1. Gunakan shutter speed tinggi Dalam Teknik Fotografi

Teknik Fotografi Untuk objek bergerak, shutter speed yang digunakan harus cukup cepat untuk membuat gerakan objek di dalam foto “beku”. Beberapa contoh shutter speed yang diperlukan untuk membekukan gerakan objek yang sedang bergerak:
Anak-anak bermain, orang berlari: 1/100
Burung yang sedang terbang: 1/1000

Shutter speed dapat lebih ditingkatkan lagi dengan menaikkan angka ISO (sensitifitas sensor atau film). Beberapa kamera memiliki fitur Auto ISO, yang kalau menurut saya, lebih baik dimatikan, karena semakin tinggi ISO yang digunakan, semakin “noisy” gambar yang dihasilkan. Lebih baik kita sendiri yang mengaturnya. Kecuali kalau kita termasuk orang yang beruntung dan punya kamera yang mampu menghasilkan gambar yang bersih menggunakan ISO tinggi sekalipun. contoh: Nikon D3 pada ISO 6400


2. Fokus tepat di objek sasaran


Teknik fotografi pada beberapa kondisi, kita bisa bergantung kepada fitur “auto focus” pada kamera (contoh: anak-anak yang sedang bergerak/bermain). Hanya saja, untuk benda yang bergerak sangat cepat (contoh: close-up burung yang sedang terbang), ada beberapa kiat untuk mendapatkan fokus tepat di objek sasaran.

Cara termudah adalah apabila kamera yang digunakan memiliki fitur “continuous autofocus” (AF-C pada Nikon, AI-servo pada Canon). Pada mode tersebut, saat tombol shutter setengah ditekan, kamera akan merubah fokus secara otomatis kepada objek yang bergerak, sampai tombol shutter ditekan secara penuh.

Cara lain adalah dengan memprediksi ke mana arah gerakan objek yang akan difoto dan menentukan titik fokus untuk jarak tertentu. Dengan kamera saku, hal ini dapat dilakukan dengan membidik sebuah objek yang berada pada jarak yang diinginkan (tekan tombol shutter setengah jalan --> fokus --> tahan). Lalu, ketika objek yang ingin difoto hampir berada pada jarak fokus yang telah ditentukan, bidik, lalu tekan tombol shutter secara penuh, Jepret!

3. Blur

Dalam Teknik fotografi Walaupun kiat-kiat di atas dilakukan untuk mencegah blur dan “out of focus” pada objek bergerak di dalam sebuah foto, blur ataupun “out of focus” kadang dapat memberi dimensi lain. Contohnya adalah dengan mengkombinasi benda yang bergerak dan benda statis pada shutter speed yang rendah (benda yang bergerak akan menjadi blur).

Contoh-contoh lain adalah dengan menangkap cahaya yang bergerak (contoh: lampu mobil yang sedang berjalan).


http://hosnigrapy.blogspot.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Jumat, 25 Juni 2010

Tips Mengenal Pencahayaan dalam Fotografi



Ketika anda mengikuti kursus fotografi anda akan diajarkan beberapa teknik fotografi tentang pencahayaan yang merupakan kunci keberhasilan untuk mendapatkan hasil gambar yang diinginkan. Teknik fotografi tentang Pengaturan pencahayaan ini sangat berkaitan dengan pengaturan diafragma (aperture) dan kecepatan (shutter speed).

1. Over Exposure
Yang dimaksud over exposure adalah Teknik fotografi tentang pencahayaan yang berlebih. Penyebar kelebihan pencahayaan ini adalah pengaturan aperture dengan shutter speed yang tidak sesuai. Jika dilihat di garis matering, posisi jarum matering berada di areal plus (+). Akibat dari kelebihan pencahayaan, foto yang dihasilkan tampak didominasi warna putih/terang.

2. Under Exposure
Kebalikan dari over exposure, adalah kekurangan pencahayaan. Penyebabnya pun sama, tidak sesuainya pengaturan shutter speed dan aperture (-). Under exposure biasanya juga disebabkan oleh sambaran flash yang terlalu lemah. Hal ini bisa terjadi jika jarak antara objek dengan flash terlalu jauh atau si pemotret terlalu minim mengatur output flash.

3. Cahaya dari Depan Objek
Memotretlah dengan keadaan objek menghadap sinar, bukan pemotret yang menghadap sinar. Cahaya yang datang dari depan objek akan menyinari tubuh secara merata. Wajah objek tampak jelas. Jika pada sebagian wajah objek ada sedikit bayangan (shadow), hal ini tidak mengurangi hasil foto, justru menambah nuansa foto.

4. Cahaya dari Belakang Objek
Saat memotret objek di luar ruangan (outdoor) sebaiknya menghindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Pemotretan dengan menantang matahari, tubuh objek akan tampak gelap. Apalagi jika kondisi matahari terlalu kuat maka seluruh objek akan tampak hitam. Hasil foto seperti ini bisa menghasilkan foto siluet.

5. Cahaya Pagi Hari
Teknik fotografi tentang Memotret objek dengan memanfaatkan pencahayaan di pagi hari sangat disarankan. Pasalnya, cahaya pagi hari akan menghasilkan tonal warna yang lembut. Hasil foto yang didapatkan relatif bagus, baik objek landscape (pemandangan) maupun objek manusia.

6.Cahaya Siang Hari
Memotret objek pada siang hari sangat tidak disarankan karena sifat pencahayaan yang terlalu kuat sehingga foto yang dihasilkan cenderung over exposure, meskipun pengaturan aperture dan shutter speed sudah sesuai.


8. Cahaya Malam Hari
Teknik fotografi tentang Pemanfaatan cahaya pada malam hari sebenarnya memanfaatkan cahaya yang dihasilkan oleh lampu sebagai cahaya luar. Jangan terlalu mengandalkan flash karena hasilnya nanti akan tidak alami. Untuk menyiasatinya, pemotret bisa menggunakan shutter speed rendah tanpa tambahan lampu flash. Sayangnya, shutter speed yang rendah akan membuat foto menjadi tidak maksimal, maka dari itu, untuk mengatasinya pemotret bisa dibantu dengan penggunaan tripod.

Disarankan untuk memotret pagi hari pada jam 06.00 - 09.00 dan sore hari pada pukul 16.00 - 18.00. Pasalnya, dalam waktu-waktu tersebut terdapat pencahayaan yang paling baik.


http://techno.okezone.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 03 Mei 2010

Seni Melihat Dalam Fotografi



Fotografi itu sebenarnya seni melihat, bukan seni memotret," kata Julian Sihombing, fotografer senior Harian Kompas, dalam suatu diskusi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Beberapa jam menjelang kembali ke Jakarta, Senin, fotografer senior itu bersama sejumlah fotografer profesional lain, membagi pengalaman kepada mahasiswa arsitektur dari Universitas Tanjungpura, anggota klub fotografi dan fotografer media di Kota Pontianak.

Meski tampak lelah sehabis memotret (Art Fotografi) berbagai aktivitas warga Kota Singkawang, namun ayah dua putra tersebut tetap semangat membagikan ilmunya. Di depan ratusan peserta diskusi, ia mengatakan, revolusi bidang fotografi terjadi pada 10 tahun terakhir yang ditandai adanya fotografi digital yang bagai jamur bermunculan di mana-mana.

Namun redaktur foto Kompas tersebut mengingatkan kita agar jangan menilai gambar yang dihasilkan dari pemotretan karena kamera yang digunakan. "Tetapi cita rasa kita yang berakhir dengan kamera," katanya.
Kamera, menurut ia, memang memudahkan untuk bekerja, tetapi bukan segala-galanya. Sehingga ia pun menyebut fotografi itu sebagai bagian dari seni melihat dan bukan seni memotret. Kepada fotografer muda, Julian yang sudah menekuni dunia fotografi sejak tahun 80-an dan selama tujuh tahun berkonsentrasi di peliputan foto olahraga itu, menyatakan jangan pernah berkecil hati.

"Tehnik dasar memang diperlukan, tetapi bagaimana kita melihat dan merasakan," kata alumnus Universitas Indonesia tahun 1980 itu.
Julian pun mengingatkan, jika ingin terjun ke dunia fotografi (Art Fotografi), maka diperlukan ketekunan dan konsentrasi. Semakin dekat dengan dunia fotografi, seseorang akan semakin peka terhadap suatu peristiwa atau obyek yang akan diambil. Sementara banyak orang menilai faktor keberuntungan selalu menghampiri Julian.

Fotografer itupun menampilkan sejumlah karya jurnalistiknya yang pernah dimuat di Harian Kompas. Salah satunya, foto penumpang kereta api yang berjejal di atas gerbong yang sedang melaju kencang.
Untuk menghasilkan karya foto tersebut, pria kelahiran 15 Januari 1959 tersebut melakukan riset terlebih dahulu.

Riset diperlukan untuk melihat foto apa saja yang sudah pernah diambil orang untuk obyek.
"Dan jangan sama lagi. Saya mengambil dari atas gerbong," katanya meski mengakui tindakan itu cukup berisiko.

vibizdaily.com