Tampilkan postingan dengan label tanaman hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman hias. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Bibit Tanaman Hias

Bibit tanaman buah dan tanaman obat khususnya yang ditanam pada pot, kini menjadi trend bagi penggemar tanaman hias, sehingga banyak `diburu` terutama setelah bisnis tanaman hias mulai lesu.Bibit tanaman buah unggulan tersebut terutama yang memiliki khasiat obat, sehingga banyak diburu para penggemar tanaman hias.Karena bibit tanaman buah mengandung obat, disamping memiliki nilai lebih sebagai tanaman hias.

Jenis tanaman itu memang harus didatangkan dari pelosok desa di berbagai daerah di luar Yogyakarta, sebab di wilayah kota sudah jarang ditemui tanaman buah berkhasiat obatHampir tiap hari selalu ada penyelenggaraan pameran dan bursa tanaman hias, bahkan tidak hanya di satu tempat, namun di beberapa tempat secara bersamaan

Pasar potensial

Sementara itu, pedagang tanaman hias asal Kabupaten Bantul, DIY mengatakan sampai sekarang daerah ini masih menjadi pasar potensial untuk bisnis tanaman hias, sehingga menjadi tujuan utama para pedagang tanaman dari berbagai daerah untuk memasarkan dagangannya.Sebagai pasar potensial, Yogyakarta belum tertandingi dibanding provinsi lain di Indonesia. Sebab, hampir tiap hari ada pameran dan bursa tanaman hias, dan tidak hanya di satu tempat, tetapi di banyak tempat,Sedangkan produk bibit tanaman hias yang dipasarkan selain dari hasil budidaya petani daerah ini, juga dari petani di berbagai daerah lain seperti Wonosobo, Kopeng dan Tawangmangu (Jawa Tengah) maupun Tulungangung dan Blitar (Jawa Timur).

Sumber : www.automotive.id.finroll.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Bisnis Bibit Tanaman Hias Sendiri

Bibit tanaman buah dan tanaman obat khususnya yang ditanam pada pot, kini menjadi trend bagi penggemar tanaman hias, sehingga banyak `diburu` terutama setelah bisnis tanaman hias mulai lesu.Bibit tanaman buah unggulan tersebut terutama yang memiliki khasiat obat, sehingga banyak diburu para penggemar tanaman hias.Karena bibit tanaman buah mengandung obat, disamping memiliki nilai lebih sebagai tanaman hias.

Jenis tanaman itu memang harus didatangkan dari pelosok desa di berbagai daerah di luar Yogyakarta, sebab di wilayah kota sudah jarang ditemui tanaman buah berkhasiat obatHampir tiap hari selalu ada penyelenggaraan pameran dan bursa tanaman hias, bahkan tidak hanya di satu tempat, namun di beberapa tempat secara bersamaan

Pasar potensial

Sementara itu, pedagang tanaman hias asal Kabupaten Bantul, DIY mengatakan sampai sekarang daerah ini masih menjadi pasar potensial untuk bisnis tanaman hias, sehingga menjadi tujuan utama para pedagang tanaman dari berbagai daerah untuk memasarkan dagangannya.Sebagai pasar potensial, Yogyakarta belum tertandingi dibanding provinsi lain di Indonesia. Sebab, hampir tiap hari ada pameran dan bursa tanaman hias, dan tidak hanya di satu tempat, tetapi di banyak tempat,Sedangkan produk bibit tanaman hias yang dipasarkan selain dari hasil budidaya petani daerah ini, juga dari petani di berbagai daerah lain seperti Wonosobo, Kopeng dan Tawangmangu (Jawa Tengah) maupun Tulungangung dan Blitar (Jawa Timur).

Sumber : www.automotive.id.finroll.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Kamis, 06 Mei 2010

Toko Bunga, Untungnya Semerbak Bunganya


Beberapa tahun belakangan ini, tren tanaman hias berganti-ganti dan orang-orang berduit tak segan mengeluarkan uang miliaran rupiah demi memburu tanaman primadona. Masyarakat umum pun ikut-ikutan menginvestasikan uang yang pas-pasan demi mimpi meraup untung besar. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Cobalah berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sejak memasuki kawasan Jateng, yang berbatasan dengan Kota Solo, kita langsung melihat deretan toko bunga, kita bahkan dapat menghirup aroma anturium, tanaman yang jadi tren ini. Ratusan kebun tanaman hias memenuhi kiri-kanan jalan raya. Tiba di kawasan Karangpandan, Tawangmangu, dan Ngargoyoso, kebun bunga makin berjubel di mana-mana. Bahkan rumah penduduk disulap laksana toko bunga dangan membangun kotak-kotak di depan rumah sebagai “etalase” untuk memajang tanaman bunga hias.

Tren anturium juga merasuki wilayah lain di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan meluas lagi sampai Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Papua. Pameran, kontes, dan media hobi kerap menampilkan tanaman ini sebagai primadona. Selain jenmanii, jenis lain juga banyak dicari, seperti black beauty, hokeri, gelombang cinta, dan garuda.

Yang sangat fenomenal, tentulah rekor harga yang gila-gilaan. Awal tahun 2006, indukan anturium jenmanii masih berharga Rp 1.000.000 per pot. Tapi, baru-baru ini, satu pohon anturium jenis jenmanii hasil silangan baru di Kudus, Jawa Tengah, dikabarkan mencapai harga Rp 1,25 miliar. Biji-biji jenmanii yang baru dipanen pun laku Rp 250.000 per buah.

Meski tak seheboh anturium, aglaonema juga sempat booming beberapa tahun lalu. Saat itu, masyarakat juga getol memburu berbagai jenis tanaman dengan daun berbintik-bintik ini, terutama jenis pride sumatera, hot lady, dan widuri. Tren memuncak saat aglaonema harlequin hasil silangan Greg Hambali terjual seharga Rp 660 juta pada lelang terbatas pertengahan tahun 2006.

Sebelum itu, adenium-lah yang jadi raja tanaman hias. Sejak tahun 2002, masyarakat menguber berbagai jenis adenium dengan bunga berwarna-warni, seperti crimson star, arabicum, dan herry potter. Tahun 2005, tanaman asal Afrika ini pernah mencapai rekor harga sekitar Rp 100 juta.

Kenapa bisnis tanaman hias diwarnai harga yang gila-gilaan? Situasi itu terjadi karena stok tanaman hias tertentu memang yang terbatas, padahal kebutuhan pasar tinggi. Tetapi, itu juga bisa dipengaruhi spekulasi para pemain baru yang terjun dalam bisnis ini.



http://www.dexton.adexindo.com

Rabu, 05 Mei 2010

Pengiriman Bunga Mengalami Kendala



Budidaya tanaman bunga dan tanaman hias di berbagai daerah memang tumbuh pesat. Kondisi ini bisa dilihat dengan menjamurnya budi daya bunga dan tanaman hias di di beberapa daerah kota batu salah satunaya.

Tak hanya budi daya, sejumlah lokasi juga banyak berdiri toko bunga dan tanaman hias. Untuk menggenjot pasar komoditas bunga dan tanaman hias, Pemkot Batu telah menetapkan Desa Sidomulyo sebagai desa wisata bunga.

Keberadaan Desa Wisata Bunga ini secara bertahap memang mampu mendongkrak toko bunga dan tanaman hias di Kota Batu. Wisatawan berduyun-duyun membelanjakan uangnya untuk membeli bunga sebagai oleh-oleh. Namun tidak semua produk komoditas bunga dan tanaman hias mampu diserap pasar lokal. Ketergantungan petani terhadap perdagangan bunga antar daerah masih sangat besar.

Kelemahan produk yang dihasilkan diantaranya produk yang dihasilkan tidak tersedia sepanjang waktu. ''Kalau di Thailand hasil panennya tersedia sepanjang waktu, tapi kita kan tidak. Kita masih sangat bergantung pada musim. Jadi harus dicari solusinya, agar pasar tak khawatir produk yang diminati kosong,'' terangnya.

Dia kemudian mengambil contoh di Thailand dan China yang konsisten dalam menyediakan hasil panennya. Selain itu, kemampuan teknis juga menjadi andalan dalan penyediaan hasil panen. ''Kalau di China, dalam satu hektar mampu menghasilkan 20 ton bawang putih. Nah, untuk mempu bersaing perlu pelatihan tersendiri,'' tuturnya.
Kelemahan yang lain soal kemasan atau tampilan dari produk itu sendiri. Kalau barang yang tidak berarti tetapi dikemas yang baik, maka barang itu akan lebih berharga. Seperti inovasi penanganan produk pasca panen di Jepang. Dalam kasus produk bunga misalnya, bagaimana petani berinovasi agar produk bunga potong tak cepat layu dan hancur. Sehingga begitu produk itu mampu dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan untuk pasar ekspor.

Selama ini produk bunga potong masih didominasi serapan pasar lokal dan sejumlah kota besar di Indonesia. Padahal produk ini sangat dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pernikahan, dekorasi/florist dan kebutuhan sejenis.
''Saat pasar lokal sepi karena tidak musim manten misalnya, banyak produk bunga potong yang tak laku. Tapi saat musim manten kebutuhannya terkadang sangat besar, sehingga tak mampu dipenuhi petani,'' tukasnya.

Kondisi ini harus disiasati, utamanya dalam manejemen produksi dan langkah penanganan pasca panen agar bunga potong yang dihasilkan tahan lama. Sementara itu, Ketua Kadin Kota batu, Priyanto mengatakan pertemuan yang digagasnya itu untuk memberikan peluang pasar bagi para petani. Sekaligus memberikan motivasi bagi para petani untuk peningkatan kesejahteraannya.
 
http://www.harianbhirawa.com

Senin, 03 Mei 2010

Pemasaran Bunga Potong Masih Jadi Kendala


Budidaya tanaman bunga dan tanaman hias di berbagai daerah memang tumbuh pesat. Kondisi ini bisa dilihat dengan menjamurnya budi daya bunga dan tanaman hias di di beberapa daerah kota batu salah satunaya.


Tak hanya budi daya, sejumlah lokasi juga banyak berdiri toko bunga dan tanaman hias. Untuk menggenjot pasar komoditas bunga dan tanaman hias, Pemkot Batu telah menetapkan Desa Sidomulyo sebagai desa wisata bunga.


Keberadaan Desa Wisata Bunga ini secara bertahap memang mampu mendongkrak toko bunga dan tanaman hias di Kota Batu. Wisatawan berduyun-duyun membelanjakan uangnya untuk membeli bunga sebagai oleh-oleh. Namun tidak semua produk komoditas bunga dan tanaman hias mampu diserap pasar lokal. Ketergantungan petani terhadap perdagangan bunga antar daerah masih sangat besar.


Kelemahan produk yang dihasilkan diantaranya produk yang dihasilkan tidak tersedia sepanjang waktu. ''Kalau di Thailand hasil panennya tersedia sepanjang waktu, tapi kita kan tidak. Kita masih sangat bergantung pada musim. Jadi harus dicari solusinya, agar pasar tak khawatir produk yang diminati kosong,'' terangnya.


Dia kemudian mengambil contoh di Thailand dan China yang konsisten dalam menyediakan hasil panennya. Selain itu, kemampuan teknis juga menjadi andalan dalan penyediaan hasil panen. ''Kalau di China, dalam satu hektar mampu menghasilkan 20 ton bawang putih. Nah, untuk mempu bersaing perlu pelatihan tersendiri,'' tuturnya.
Kelemahan yang lain soal kemasan atau tampilan dari produk itu sendiri. Kalau barang yang tidak berarti tetapi dikemas yang baik, maka barang itu akan lebih berharga. Seperti inovasi penanganan produk pasca panen di Jepang. Dalam kasus produk bunga misalnya, bagaimana petani berinovasi agar produk bunga potong tak cepat layu dan hancur. Sehingga begitu produk itu mampu dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan untuk pasar ekspor.


Selama ini produk bunga potong masih didominasi serapan pasar lokal dan sejumlah kota besar di Indonesia. Padahal produk ini sangat dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pernikahan, dekorasi/florist dan kebutuhan sejenis.
''Saat pasar lokal sepi karena tidak musim manten misalnya, banyak produk bunga potong yang tak laku. Tapi saat musim manten kebutuhannya terkadang sangat besar, sehingga tak mampu dipenuhi petani,'' tukasnya.


Kondisi ini harus disiasati, utamanya dalam manejemen produksi dan langkah penanganan pasca panen agar bunga potong yang dihasilkan tahan lama. Sementara itu, Ketua Kadin Kota batu, Priyanto mengatakan pertemuan yang digagasnya itu untuk memberikan peluang pasar bagi para petani. Sekaligus memberikan motivasi bagi para petani untuk peningkatan kesejahteraannya.
 
http://www.harianbhirawa.com