Tampilkan postingan dengan label perlengkapan bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perlengkapan bayi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Liburan, Bisnis Rental Mainan Anak Laris Manis



Zaman sekarang, orang tua umumnya cuma punya 1-2 anak. Mau beli mainan mahal, percuma karena tak ada yang "mewarisi". Kini, ada solusinya: sewa saja!

Baru Februari tahun silam pasangan Anita Rachman (28)-Ardian Wirawan (35) membuka usaha Rental Mainan anak. Idenya, kata Anita, "Waktu anak kami, Michelle Arnetta (3), dapat hadiah mainan perosotan dari tantenya. Enggak baru, memang, tapi masih bagus. Dipakai bertahun-tahun, tetap bagus dan warnanya tak pudar," kata ibu muda yang tengah hamil anak kedua ini.

Pelajaran penting dipetik Anita. Mainan berkualitas bagus, bisa tahan lama. "Tapi umur pakainya juga tak lama karena begitu anak bosan atau makin besar, enggak terpakai lagi. Nah, kami jadi berpikir, oke juga bikin perentalan mainan anak," katanya saat ditemui di rumah merangkap kantor di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan

Pasangan ini pun mulai cari-cari informasi. Termasuk berselancar di dunia maya. Di Singapura, Selandia Baru, dan Australia, bisnis macam itu sudah ada sejak lama dan menarik untuk ditekuni. "Saya telepon ke Australia, cari info. Saya banyak belajar dari mereka," kata Ardian, lulusan sekolah komputer di University of Southern Queensland, Australia.

Berkembang Sangat Pesat
Akhirnya, mereka merasa siap untuk memulai usaha dengan 30 jenis mainan anak. "Termasuk 10 buah punya anak kami. yang lain, istri yang memilih karena dia lebih pintar soal itu." Jadilah mereka menawarkan rental mainan berupa ayunan, perosotan, mobil-mobilan, rumah kecil, hingga bak pasir. "Konsumen bisa rental 1-2 minggu. Mau lebih lama lagi, sampai anaknya bosan, boleh," kata Adrian sambil menyebut, harga rental tergantung jenis mainannya. Mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per jenis mainan

Usaha yang diberi nama Rent'n Play ini mereka iklanlan lewat berbagai media. "Kami juga rajin bagi brosur, datang ke acara yang dihari kaum ibu." Ternyata, sambutannya luar biasa. "Awalnya, mereka suka tanya soal kebersihan mainan. Bayangan mereka, mainan ini dipakai banyak orang. Kami yakinkan, kami punya standar. Setelah dirental, mainan kami cuci sampai bersih, dimasukkan dalam kemasannya lagi, dan dikontrol kembali jika ada penyewa baru."

Konsumen, kata Adrian, cukup telepon, "Mainan akan diantar sampai di tempat. Kalau baru pertama kali rental, dimintai fotokopi KTP dan kartu keluarga, tapi tak perlu pakai uang jaminan," lanjut Adrian yang sudah punya 150 pelanggan tetap dan lebih dari 100 jenis mainan. "Ada, lho, konsumen yang tidak pernah absen. Dia mulai menyewa Mei tahun lalu. Begitu anaknya bosan, ganti mainan baru, begitu seterusnya sampai sekarang. Sungguh pelanggan setia. Kalau dihitung, ada sekitar 30 persen konsumen setia," sambung Anita.

Untuk jenis mainan favorit, mereka punya stok lebih dari satu. "Bisa 3-4. Itu pun stok di gudang sudah habis. Sekarang ini hampir 90 persen mainan sedang dirental. Kami juga tak menduga, usaha ini berkembang pesat sekali. Kadang jadi khawatir mengecewakan konsumen karena mainan yang mau dirental, tak ada stoknya lagi," kata Ardian yang terus berusaha menambah koleksi.

Ardian dan Anita meyakini, usaha ini punya prospek bagus. Dengan penghasilan per bulan mencapai Rp 10-15 juta, mereka yakin bisa berkembang lagi. Terbukti, sekarang sudah ada yang mengikuti jejaknya.(Henry Ismono)

kompas.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Senin, 21 Juni 2010

Cara Memilih Mainan Anak Sesuai Umur



Memberikan mainan sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak anda.Banyak orang tua sering kali terkecoh dengan pandangan bahwa memberikan mainan akan merusak mentalitas anak dimana anak lebih menyukai bermain dari pada belajar.

Padahal melalui bermainlah anak akan belajar (play to learn), sehingga merupakan tugas orang tua untuk memilih mainan yang baik agar buah hati kita dapat belajar banyak hal saat bermain. Apabila Anda merasa mainan tersebut hanya untuk semnetara, mungkin Anda bisa ke tempat Rental Mainan Anak

Memilih mainan anak bisa jadi gampang-gampang susah. Namun intinya, pilih mainan yang memiliki manfaat yang terbaik bagi proses tumbuh kembang anak. Berikut tips yang bisa digunakan dalam memilih mainan untuk anak.

Sesuai Usia Anak

Ketika memilih mainan pertama untuk aktivitas si kecil, penting untuk anda ketahui tingkat perkembangan mental di usianya. Pilihlah mainan yang sesuai dengan tingkat belajarnya. Cobalah cari mainan yang akan menantang perkembangan keterampilan tetapi tanpa membuat anak frustasi. Selalu cek label usia di setiap kemasan mainan. Label usia yang terdapat pada kemasan memang berdasarkan pada kemampuan mental dan fisik anak, kebutuhan bermain, minat dan keamanan.

Merangsang Indera

Setiap hari bagi anak merupakan saat yang penuh dengan penemuan hal baru. Aktivitas dan mainannya haruslah didesain untuk merangsang perkembangan indera anak. Semakin banyak dan semakin sering panca indera digunakan, sel-sel otak anak juga akan semakin berkembang (secara kuantitas dan kualitas).

Mainan yang bertekstur, bentuk dan warna yang menarik dan dapat mengeluarkan suara akan membantu anak dalam bereksplorasi dan belajar. Untuk membimbing rasa peduli anak tentang bagaimana sesuatu itu terjadi, mainan harus mudah digunakan dan merangsang interaksi.

Utamakan Keselamatan dan Kesehatan

Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Orang tua haruslah selalu mengingat sisi keselamatan ketika memilih mainan untuk anaknya. Pastikan mainan itu kuat (tidak mudah pecah) dan dalam ukuran yang aman tanpa ada bahaya menggores atau tertelan. Pastikan permukaan mainan terbuat dari material/cat yang aman dan tidak mudah mengelupas. Pastikan baterai terpasang dan terkunci dengan baik.

Jika mainan menggunakan tali sebagai salah satu komponen, pastikan panjangnya tidak lebih dari 20 cm untuk menghindari leher anak terjerat. Jauhkan plastik/kemasan pembungkus dari anak. Pastikan pula mainan itu sudah mencantumkan lebel standar kualitas internasional dikemasannya (misalnya CE atau ASTM) atau standar nasional (misalnya SNI).

Rotasi Mainan dan Kreativitas Lain

Hindari memberikan mainan dalam jumlah terlalu banyak untuk melatih konsentrasi anak. Bila anak sudah bosan dengan satu mainan, gantilah dengan mainan yang lain, biasanya anak akan mudah bosan bila ia diberikan beberapa mainan sekaligus banyak pada saat yang bersamaan. Jangan lupa sediakan selalu kertas dan crayon, kotak-kotak bekas untuk disusun, buku-buku cerita dan benda-benda lain (yang ada dirumah) yang aman untuknya bermain.

Last But Not Least

Awasi anak saat ia bermain, ada kalanya anak harus bermain sendiri, ada kalanya orang tua harus mendampingi bermain agar maksud dan tujuan mainan itu tercapai. Biasakanlah anak untuk membereskan kembali mainan sesudah selesai bermain.

Selamat bermain dengan buah hati anda dan mengunjungi tempat Rental Mainan.

duniabermain.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis - Indonesia