Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Juni 2010

Langkah Sukses Mengelola Keuangan Keluarga



Hidup berumah tangga memang tak mudah, selain mengurus suami dan anak, tentunya sebagai istri Anda juga harus mengurus pengeluaran untuk semua kebutuhan rumah tangga. Lalu bagaimana rahasianya agar sukses mengelola keuangan keluarga sehingga tak terjadi besar pasak daripada tiang?

Coba deh tips-tips berikut..

1. Buatlah Perencanaan Bila pasangan sudah memberikan uang dan memercayakan urusan rumah tangga sepenuhnya pada Anda, ada baiknya Anda melakukan perencanaan yang matang sambil tidak lupa berdiskusi dengan pasangan. Rencanakan segala kebutuhan dan alokasikan dana sesuai dengan kebutuhan.

Ada baiknya semua rencana ditulis dalam catatan penting, sehingga benar-benar fokus pada apa saja yang harus dibeli. Rencana jangka pendek, tentunya harus berkaitan dengan kebutuhan saat ini, antara lain, biaya hidup sehari-hari hingga keperluan sekolah anak-anak.

Selain rencana jangka pendek, jangan pernah Anda melupakan rencana jangka panjang. Hal tersebut dapat Anda wujudkan dalam bentuk tabungan ataupun aset produktif. Sesedikit apa pun dana rumah tangga Anda, jangan pernah lupa untuk menyisihkan untuk tabungan. Jika perlu, sebelum Anda mengalokasikan dana untuk kebutuhan rumah tangga, sisihkan terlebih dahulu untuk tabungan.

2. Berbagi Tugas Dengan Pasangan Hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami istri adalah pembagian tugas. Mengelola keuangan untuk kebutuhan rumah tangga harus dibicarakan secara kompak. Jika suami memberikan semua penghasilan kepada Anda, sebaiknya jadwal belanja bulanan disepakati bersama dan menjadi prioritas. Selebihnya, kembalikan kepada suami untuk keperluannya, dan dari sana siapkan dana untuk investasi.

Berapa jumlah tabungan yang akan dikeluarkan dari penghasilan harus diperinci secara jelas. Bila Anda mengatur keuangan belanja, ada baiknya pasangan diberi tanggung jawab dalam urusan tabung menabung untuk kepentingan sekolah dan lain sebagainya. Setiap persoalan yang timbul dari pembagian tugas ini perlu dibicarakan secara jelas dan harus saling terbuka. Tidak boleh ada rasa saling curiga dan hendaknya bisa diselesaikan bersama-sama pula.

3. Siasati Pengeluaran Ekstra Setelah selesai dengan perencanaan keuangan, ada baiknya Anda juga menghitung pengeluaran ekstra yang diperlukan untuk rekreasi keluarga, keperluan makan di luar rumah, biaya perjalanan akhir tahun atau anggaran berkunjung ke rumah keluarga yang jauh. Dalam hal ini, pengeluaran perlu diatur sedemikian rupa, tetapi tetap tidak boleh mengurangi kebutuhan rumah tangga setiap bulannya.


Konsekuensinya adalah, apakah pantas dan mendesak membeli sesuatu? Apakah berguna dan tidak boros jika setiap hari harus makan di cafe? Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengeluaran. Sekalipun harus membantu anggota keluarga yang sedang kesusahan, semua itu harus dilakukan tanpa mengorbankan kebutuhan keluarga.

Nah, jika Anda telah berhasil mengatur keuangan rumah tangga Anda dengan baik, jangan lupa untuk menjalankannya secara konsisten. Dengan langkah seperti ini niscaya Anda akan memetik hasilnya di hari tua Anda


http://www.astaga.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Selasa, 04 Mei 2010

Manajemen Perusahaan Asuransi


Manajemen kinerja adalah salah satu kunci sukses sebuah organisasi. Ketika suatu organisasi tumbuh dan berkembang, perkembangan tersebut akan diikuti dengan peningkatan kompleksitas dalam pengendalian organisasi. Oleh karena itu diperlukan sistem pengendalian kinerja yang sistematik dan teroganisir dengan baik. Dengan perencanaan dan proses implementasi yang baik, perusahan dapat mencapai sukses secara berkesinambungan, di mana kajian terhadap kinerja secara periodik adalah inti dari proses mencapai kesuksesan. Hal yang sama juga berlaku untuk sebuah perusahaan asuransi. Secara umum, untuk sebuah perusahaan asuransi, pengukuran kinerja dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu kinerja finansial dan kinerja non-finansial

Kinerja finansial pada sebuah perusahaan asuransi pada umumnya diekspresikan dalam pengukuran net premium earned, laba dari aktivitas underwriting (surplus underwriting), annual turnover, return on investment, return on equity, dan sebagainya. Pengukuran-pengukuran pada aspek finansial tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu pengukuran atas kinerja laba (profit performance) dan pengukuran atas kinerja investasi.

Kinerja Laba (Profit Performance)

Kinerja Laba meliputi laba yang dapat diukur secara keuangan yang merupakan selisih antara pendapatan dan biaya. Untuk unit bisnis (cabang), selain biaya yang terjadi pada cabang yang bersangkutan, perhitungan biaya sebaiknya mengikutsertakan porsi biaya kantor pusat yang dialokasikan bagi cabang yang bersangkutan.

Kinerja Investasi

Kinerja investasi dapat dibedakan menjadi dua. Yang pertama adalah pengembalian (return) atas asset (selain kas) yang dimanfaatkan dalam menjalankan bisnis, dan yang kedua adalah pengembalian atas investasi lainnya yang didanai oleh surplus kas yang dimiliki perusahaan.

Pengukuran kinerja non-finansial dapat meliputi pengukuran pertumbuhan jumlah polis, pangsa pasar, kecepatan pembuatan polis, dan lainnya. Pengukuran-pengukuran atas kinerja non-finasial tersebut dapat dikelompokan menjadi dua kategori yaitu pengukuran atas aspek internal dan pengukuran atas aspek eksternal.
Pengukuran kinerja atas aspek internal meliputi: Kecepatan dalam proses pembuatan prosposal, Pemberitahuan renewal secara tepat waktu, Penanganan pembatalan polis, Riset Pasar, Semangat Karyawan, Pelatihan Karyawan dan Agen,
Pengukuran kinerja atas aspek eksternal meliputi : Pertumbuhan jumlah polis, Pangsa Pasar, Kepuasan Pelanggan, Pertumbuhan Jumlah Cabang, Rata-rata Jumlah Polis per Agen.
Evaluasi kinerja dilakukan untuk pencapaian perusahaan dalam aspek finansial maupun non-finansial. Kunci sukses perusahaan asuransi dalam aspek finansial maupun non-finansial yang sudah dijelaskan di atas, pada implementasinya perlu disesuaikan dengan strategi, situasi, dan lokasi dari suatu perusahaan asuransi atau cabang. Kinerja finansial umumnya dipahami dalam terminologi rasio-rasio keuangan, sedangkan kinerja non-finansial mengukur indikator-indikator yang berorientasi dengan pelanggan, pertumbuhan, dan nilai tambah untuk masyarakat.

http://www.bedacompany.com