Tampilkan postingan dengan label foto pre wedding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto pre wedding. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juni 2010

Tips dan Trik Pemotretan Foto Pre Wedding



Pilihlah gaun pengantin yang tepat saat Anda melakukan pemotretan foto pre wedding. Biasanya gaun pengantin mempunyai beberapa model.. ada yang simple dan juga ada yang panjang serta full aksesoris. Tetapi sebaiknya terlebih dahulu diskusikan rute/lokasi pemotretan foto prewedding Anda. karena hal itu menjadi tolak ukur keputusan untuk memilih model gaun pengantin yang akan Anda pakai saat pemotretan foto pre wedding nanti.

Susunlah rute pemotretan foto pre wedding yang mudah untuk ditempuh dan tidak berjauhan jaraknya antara satu lokasi dan lokasi berikutnya. Pemakaian gaun pengantin sebaiknya dilakukan di awal pemotretan yakni di lokasi pertama, karena biasanya gaun pengantin membutuhkan make-up yang detail dan penanganan yang khusus. Sebaiknya mintalah seorang make-up artis untuk mendampingi Anda selama pemotretan foto pre wedding.

Di Bali, beberapa salon/bridal sudah menyediakan/menyewakan gaun pengantin. Kisaran harga pun bermacam-macam tergantung dengan bahan dan modelnya. Beberapa model gaun pengantin dapat dilihat di foto pre wedding.



http://www.baliprewedding.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 03 Mei 2010

Seni Melihat Dalam Fotografi



Fotografi itu sebenarnya seni melihat, bukan seni memotret," kata Julian Sihombing, fotografer senior Harian Kompas, dalam suatu diskusi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Beberapa jam menjelang kembali ke Jakarta, Senin, fotografer senior itu bersama sejumlah fotografer profesional lain, membagi pengalaman kepada mahasiswa arsitektur dari Universitas Tanjungpura, anggota klub fotografi dan fotografer media di Kota Pontianak.

Meski tampak lelah sehabis memotret (Art Fotografi) berbagai aktivitas warga Kota Singkawang, namun ayah dua putra tersebut tetap semangat membagikan ilmunya. Di depan ratusan peserta diskusi, ia mengatakan, revolusi bidang fotografi terjadi pada 10 tahun terakhir yang ditandai adanya fotografi digital yang bagai jamur bermunculan di mana-mana.

Namun redaktur foto Kompas tersebut mengingatkan kita agar jangan menilai gambar yang dihasilkan dari pemotretan karena kamera yang digunakan. "Tetapi cita rasa kita yang berakhir dengan kamera," katanya.
Kamera, menurut ia, memang memudahkan untuk bekerja, tetapi bukan segala-galanya. Sehingga ia pun menyebut fotografi itu sebagai bagian dari seni melihat dan bukan seni memotret. Kepada fotografer muda, Julian yang sudah menekuni dunia fotografi sejak tahun 80-an dan selama tujuh tahun berkonsentrasi di peliputan foto olahraga itu, menyatakan jangan pernah berkecil hati.

"Tehnik dasar memang diperlukan, tetapi bagaimana kita melihat dan merasakan," kata alumnus Universitas Indonesia tahun 1980 itu.
Julian pun mengingatkan, jika ingin terjun ke dunia fotografi (Art Fotografi), maka diperlukan ketekunan dan konsentrasi. Semakin dekat dengan dunia fotografi, seseorang akan semakin peka terhadap suatu peristiwa atau obyek yang akan diambil. Sementara banyak orang menilai faktor keberuntungan selalu menghampiri Julian.

Fotografer itupun menampilkan sejumlah karya jurnalistiknya yang pernah dimuat di Harian Kompas. Salah satunya, foto penumpang kereta api yang berjejal di atas gerbong yang sedang melaju kencang.
Untuk menghasilkan karya foto tersebut, pria kelahiran 15 Januari 1959 tersebut melakukan riset terlebih dahulu.

Riset diperlukan untuk melihat foto apa saja yang sudah pernah diambil orang untuk obyek.
"Dan jangan sama lagi. Saya mengambil dari atas gerbong," katanya meski mengakui tindakan itu cukup berisiko.

vibizdaily.com