Tampilkan postingan dengan label art fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label art fotografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juli 2010

Belajar Memotret Hewan Terbang Untuk Pemula



Teknik memotret hewan saat terbang adalah salah satu tugas yang paling menuntut teknik art fotografi satwa liar, tetapi sekali Anda telah menguasai tekniknya, hasilnya bisa spektakuler. Anda harus mampu mencari dan menemukan pemandangan luas yang baik, dan memotret burung dalam jumlah besar atau gerombolan akan lebih mudah daripada yang sedang sendirian. Jangan lupa untuk menggunakan lensa tele Anda, dan hati-hati saat merencanakan pengaturan eksposurnya itu merupakan bagain dari Art Fotografi

Pilih lokasi seperti taman atau kebun, di mana burung-burung terbiasa dengan orang-orang atau lebah yang sedang melakukan penyerbukan karena hal itu akan membuat Anda lebih mudah untuk mendekati. Memotret burung yang terbang lurus ke arah kamera adalah hal paling mudah untuk memotret, karena Anda tidak perlu lagi menggerak-gerakkan kamera untuk menetapkan subyek bergerak dalam bingkai.

Kawanan burung seperti angsa atau lebah yang berkelompok akan lebih mudah daripada mencoba untuk menangkap satu objek.

Memotret seperti ini membutuhkan teknik Art Fotografi yang baik. Berdirilah dengan kaki selebar bahu dalam sikap yang kokoh. Kemudian, menjaga siku Anda dengan tegar, dan hanya bagian atas tubuh dari pinggang saja yang berputar.

Dalam Art Fotografi  Ikuti objek Anda melalui lensa dan mencoba untuk tetap stabil dalam bingkai kamera. Untuk memaksimalkan peluang Anda untuk menangkap subjek dengan tepat, gunakan modus drive yang cepat pada kamera Anda.

Dalam Art Fotografi Aturlah fokus dengan predictive auto-focus (AI Servo pada kamera SLR Canon), maka lensa akan melacak subjek bergerak, dan menjaganya agar tetap fokus pada setiap saat.

Meng-komposisi-kan objek yang bergerak itu sulit dan butuh banyak kesabaran karena objek selalu bergerak. Sebaiknya berilah ruang yang cukup pada objek dalam bingkai kamera Anda sehingga seolah-olah objek bebas bergerak dalam bingkai kamera dan ini akan memudahkan Anda untuk menjepretnya.

Pengaturan Kamera ( untuk kamera DSLR Canon )

Memahami pengaturan kamera yang tepat penting artinya untuk bisa mendapatkan foto burung yang sempurna itu merupakan bagian dari Art Fotografi

1. Aperture
Untuk kecepatan Shutter yang cepat, pilihlah modus Aperture Priority dan menggunakan bukaan rana yang lebar, seperti f/4.

2. ISO
Meskipun lensa diarahkan ke langit, namun tetap gunakan ISO yang tinggi untuk mendapatkan kecepatan shutter yang tinggi.

3. Exposure Comp
Modus Exposure Compensation diposisikan pada +1 stop yang berguna untuk menghindari langit dari over-exposure.

4. Metering
Gunakan eksposur Spot Metering agar bisa menghasilkan eksposur yang sempurna untuk menampilkan detil pada burung atau objeknya.

5. Frame Rate
Gunakan Modus Continous Shooting agar bisa menangkap beberapa frame sekaligus dan tidak ketinggalan momen.

6. Focusing
Gunakan Modus AI Servo untuk mengikuti dan mengunci objek yang bergerak cepat seperti burung yang bergerak cepat.


http://www.zenphotography.co.cc/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 03 Mei 2010

Seni Melihat Dalam Fotografi



Fotografi itu sebenarnya seni melihat, bukan seni memotret," kata Julian Sihombing, fotografer senior Harian Kompas, dalam suatu diskusi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Beberapa jam menjelang kembali ke Jakarta, Senin, fotografer senior itu bersama sejumlah fotografer profesional lain, membagi pengalaman kepada mahasiswa arsitektur dari Universitas Tanjungpura, anggota klub fotografi dan fotografer media di Kota Pontianak.

Meski tampak lelah sehabis memotret (Art Fotografi) berbagai aktivitas warga Kota Singkawang, namun ayah dua putra tersebut tetap semangat membagikan ilmunya. Di depan ratusan peserta diskusi, ia mengatakan, revolusi bidang fotografi terjadi pada 10 tahun terakhir yang ditandai adanya fotografi digital yang bagai jamur bermunculan di mana-mana.

Namun redaktur foto Kompas tersebut mengingatkan kita agar jangan menilai gambar yang dihasilkan dari pemotretan karena kamera yang digunakan. "Tetapi cita rasa kita yang berakhir dengan kamera," katanya.
Kamera, menurut ia, memang memudahkan untuk bekerja, tetapi bukan segala-galanya. Sehingga ia pun menyebut fotografi itu sebagai bagian dari seni melihat dan bukan seni memotret. Kepada fotografer muda, Julian yang sudah menekuni dunia fotografi sejak tahun 80-an dan selama tujuh tahun berkonsentrasi di peliputan foto olahraga itu, menyatakan jangan pernah berkecil hati.

"Tehnik dasar memang diperlukan, tetapi bagaimana kita melihat dan merasakan," kata alumnus Universitas Indonesia tahun 1980 itu.
Julian pun mengingatkan, jika ingin terjun ke dunia fotografi (Art Fotografi), maka diperlukan ketekunan dan konsentrasi. Semakin dekat dengan dunia fotografi, seseorang akan semakin peka terhadap suatu peristiwa atau obyek yang akan diambil. Sementara banyak orang menilai faktor keberuntungan selalu menghampiri Julian.

Fotografer itupun menampilkan sejumlah karya jurnalistiknya yang pernah dimuat di Harian Kompas. Salah satunya, foto penumpang kereta api yang berjejal di atas gerbong yang sedang melaju kencang.
Untuk menghasilkan karya foto tersebut, pria kelahiran 15 Januari 1959 tersebut melakukan riset terlebih dahulu.

Riset diperlukan untuk melihat foto apa saja yang sudah pernah diambil orang untuk obyek.
"Dan jangan sama lagi. Saya mengambil dari atas gerbong," katanya meski mengakui tindakan itu cukup berisiko.

vibizdaily.com