Tampilkan postingan dengan label toko kue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toko kue. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juni 2010

Kue dan Roti, Bisnis dan Prospek Bagus



Bisnis makanan memang tidak pernah mati. Saat terjadinya krisis ekonomi, bisnis ini tetap berjalan, karena bagaimana pun manusia memerlukan makanan untuk kelangsungan hidup. Banyak pula pengusaha dan Toko Kue yang berhasil karena menekuni bisnis ini, mereka umumnya mulai dari kecil tetapi karena ketekunan, strategi yang baik, kreativitas, mereka dapat menikmati hasil yang baik. Tempat berjualannya bisa di berbagai tempat, mulai dari kawasan perumahan sampai mal yang mewah, berbagai kue dijajakan mulai dari roti, donat, cake, burger yang selalu dikunjungi.

Mengapa memilih bisnis kue? Salah satu kendala yang sering dihadapi seseorang untuk mulai berwiraswasta adalah perlunya modal yang besar untuk memulainya. Tetapi, dalam bisnis kue ini, hanya dengan ratusan ribu saja Anda dapat memulai mencoba bisnis ini. Hal ini karena Anda hanya perlu membeli bahan baku kue yang harganya tidak mahal dan membuatnya menjadi kue yang layak untuk dijual.

Dalam bisnis ini, kata Denni, investasi Toko Kue yang diperlukan untuk kelangsungan usaha adalah peralatan masak atau alat pemanggang seperti oven. Investasi hanya perlu sedikit, karena kebanyakan ibu rumah tangga sudah memiliki berbagai peralatan masak yang biasa digunakan sehari-hari. Maka, pemulai bisnis ini tidak perlu membeli lagi untuk memulai usaha menjual kue.

Kendala yang kerap dihadapi adalah merasa tidak berbakat untuk membuat kue atau tidak pandai memasak. Hal ini sebenarnya bukanlah kendala, karena membuat kue dapat dilakukan oleh siapa saja. Misalnya, Anda dapat mencoba menjual gorengan atau kue lain yang mudah dicoba. Belum lagi, kue tradisional yang banya disukai dan mudah dibuat.

Satu hal yang membuat bisnis ini juga layak dilirik adalah resiko yang dihadapi reklatif lebih kecil. Khususnya untuk kue kering, apabila belum habis, kue tidak rusak dan masih dapat dijual sampai beberapa hari. Sedangkan, untuk kue basah memang risiko lebih besar karena mudah rusak, tetapi bila tidak habis dapat dinikmati untuk keluarga. Ini membuat risiko yang harus ditanggung tidak besar. Tetapi, memang diperlukan perhitungan kue yang dibuat agar tidak berlebih atau terbuang menjadi terlalu banyak.

Sementara itu, bisnis kuliner termasuk kue dan roti, terbukti memberi keuntungan sampai 50 persen. Maka, dapat dibayangkan bila usaha Anda maju dan memperoleh omzet yang besar, tentu keuntungan Anda dapat menunjang kehidupan keluarga. Jadi bisnis kue atau roti ini memang layak Anda pertimbangkan untuk mencobanya.

sijorimandiri.net

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis - Indonesia

Senin, 31 Mei 2010

Tips Membuka Usaha Toko Kue “Hobi Yang Menghasilkan Uang”




Bagi Anda yang punya hobi membuat roti, bisa jadi ulasan kali ini bisa menginspirasi Anda untuk membuka toko kue dan roti, seperti yang dilakukan oleh ibu Henny Rossita, pemilik toko kue dan roti “Rossita”.

Produk yang ditawarkan toko kue dan roti “Rossita” sebenarnya tidak jauh berbeda dari toko kue dan roti kebanyakan. Ada black forest, aneka taart, roti pisang, roti keju, coklat kacang, roti semir, tawar manis, isi ayam, roti kering, mandarin, brownies, bolu, aneka snack dan juga bakery.

Yang membuat berbeda dengan toko kue dan roti yang lainnya adalah harga yang terjangkau tetapi mutu dan rasanya tidak kalah dengan roti yang lebih mahal. Sebagai gambaran, harga roti yang ditawarkan hanya berkisar antara 1500 sampai 2 ribu rupiah.

Sedangkan untuk cake, aneka taart, black forest dan bakery tergantung dari besar kecilnya pesanan, berkisar antara 25 sampai 150 ribu. Padahal dengan kualitas yang sama, di toko yang lain harganya bisa mencapai 300 ribu rupiah.

Produk unggulan dari toko kue dan roti “Rossita” ini sebenarnya terletak pada roti pisangnya. Banyak sekali pelanggannya yang mengatakan bahwa roti pisang buatan Rossita ini lain dari bakery lainnya. “Rasanya benar-benar kena di lidah”, begitu ungkapan dari para pelanggannya.

Proses Pembuatan

Bahan dasar untuk pembuatan roti pada umumnya hampir sama yakni terigu, mentega, gula, garam, telur, dan susu. Perlakuan dalam proses pembuatannya memang berbeda-beda, sebagai contoh pembuatan roti tawar manis. Pertama-tama terigu, gula, susu bubuk dan sedikit ragi dicampur menjadi satu.

Kemudian ditambah dengan telur dan sedikit air es sambil diuleni sampai kalis. Lalu masukkan mentega dan garam, dan diuleni sampai elastis. Adonan didiamkan selama 30 menit setelah itu dikempiskan dan ditimbang dengan berat sesuai kebutuhan kemudian bulatkan dan diamkan lagi sekitar 10 menit.

Adonan digiling hingga menjadi lembaran dan digulung kembali sambil dipadatkan, ulangi proses tersebut sampai dua kali. setelah itu letakkan diatas loyang yang diolesi margarin dan dialas kertas roti, diamkan selam 75 menit sampai mengembang, lalu tutup rapat loyang. Terakhir barulah diopen sekitar 25-35 menit dengan suhu 190 derajad celsius.

Dalam proses pembuatan roti ini Henny Rossita sama sekali tidak mengalami kesulitan karena ia telah 10 tahun menggeluti usaha. Masalah yang paling sering ia alami adalah jika listrik padam sehingga proses pengadukan dengan mixer tidak bisa Dia lakukan.

Peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan roti ini cukup mudah didapat, seperti mesin roti duduk, open, loyang, mixer, ember, alat-alat pengaduk dan lain-lain. Mesin open duduk berfungsi untuk memanggang roti dalam kapasitas jumlah yang banyak tidak seperti open biasa. Mixer digunakan untuk pengaduk bahan-bahan dalam pembuatan roti.


Simulasi Keuntungan Usaha Roti
Pemasukan
Omset = Rp 500.000,00/hari x 30 = Rp 15.000.000,00

Pengeluaran
Bahan baku = Rp 300.000,00 x 30 = Rp 9.000.000,00
4 buah Gas = Rp 78.000,00 x 4 = Rp 312.000,00
Listrik dan air = Rp 250.000,00
Total pengeluaran = Rp 9.562.000,00

Keuntungan Bersih
Rp 15.000.000,00 – Rp 9.562.000,00 = Rp 5.438.000,00




http://bisnisukm.com