Tampilkan postingan dengan label pakan ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakan ikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juli 2010

Mencari Alternatif Untuk Pakan Ikan



Selain mengetahui seluk-beluk bibit ikan yang bagus, beternak ikan juga harus memahami kondisi fisik air kolam pemeliharaan. Lalu, kejelian dalam memilih pakan/makanan ikan juga diperlukan untuk menunjang keberhasilan budi daya ikan.

Makanan ikan berfungsi sebagai sumber energi dan materi kehidupan dalam budi daya ikan. Karena itu, pakan mempunyai pengaruh penting terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

Selama ini hampir sebagian besar peternak ikan masih mengandalkan pelet sebagai makanan ikan. Selain mudah didapat dan awet, proses pembuatannya relatif mudah. Karena itu, peternak bisa memproduksinya sendiri.

Sayang, pelet berbahan pengawet dan mengakibatkan rusaknya lingkungan perairan. Pelet yang tidak termakan oleh ikan pun akan meninggalkan sisa. Ini menjadikan air keruh dan kotor.

Untuk itu, diperlukan alternatif makanan ikan alami. Salah satunya adalah maggot. Inilah yang mendorong Hartoyo dan Purnama Sukardi, peneliti dari Pusat Ahli Teknologi dan Kemitraan (Pattra) Lembaga Penelitian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, meneliti makanan alternatif untuk ikan peliharaan. Peneliti ingin mencari pakan ikan alami yang ramah lingkungan.

Memproduksi makanan ikan alami memang bukan hal mudah. Tapi, hal itu bukanlah pekerjaan sulit. Persoalannya terletak pada sarana dan prasarana yang tergolong cukup mahal untuk ukuran ekonomi masyarakat pedesaan secara umum. Selain itu, diperlukan keahlian khusus dalam pengoperasiannya.

Pakan sebagai makanan ikan yang baik harus mengandung nilai gizi tinggi dan seimbang. Gizi utama dalam pakan ikan setidaknya mengandung unsur protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air.

Jumlah pakan yang dibutuhkan ikan setiap hari berhubungan erat dengan bobot dan umurnya. Namun, persentase jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya ukuran dan umur ikan. Rata-rata jumlah pakan harian yang dibutuhkan seekor ikan adalah 3 persen - 5 persen dari bobot total tubuhnya.

Ikan berukuran kecil dan berumur muda membutuhkan jumlah pakan lebih banyak daripada ikan dewasa berukuran besar. Kebutuhan akan nutrisi ikan kecil juga lebih tinggi. Terlebih pada kebutuhan unsur proteinnya.

Misalnya, ikan dengan bobot 250 gram, kebutuhan pakan harian 1,7 persen - 5,8 persen dari biomassanya. Sementara ikan yang bobotnya 600 gram, kebutuhan pakan hariannya hanya 1,3 persen - 3 persen dari biomassanya.

Protein berfungsi membentuk dan memperbaiki jaringan dan organ tubuh yang rusak. Pada kondisi tertentu protein digunakan sebagai sumber energi pada proses metabolisme.

Selama ini para petani ikan sudah memanfaatkan limbah ampas tahu untuk makanan ikan. Namun, hal itu dilakukan secara langsung tanpa melalui proses terlebih dahulu. Padahal, ampas tahu tidak bisa diberikan kepada semua jenis ikan.

Selain itu, hal ini dapat berdampak negatif, baik pada ikan maupun lingkungan hidup. Terlebih limbah tahu cair, yaitu sisa air tahu yang tidak menggumpal sehingga mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut. Selanjutnya, terjadi perubahan secara fisika, kimia, dan hayati yang menghasilkan zat beracun. Tentu hal itu menjadi media potensial bagi tumbuhnya kuman penyakit



http://kotakediri.2.forumer.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 23 Juni 2010

Makanan Ikan Dan Cara Ternak Lele Sendiri

Saat ini stock lele sangat jauh dari mencukupi, permintaan pasar akan ikan lele sangat banyak sedang produksi lele masih kurang. Sudah banyak yang berkolam ikan lele tetapi banyak diantara mereka yang berguguran, sehingga ikan lele di pasar masih terus kekurangan.

Mengapa banyak pengolam ikan lele berguguran ? Tentu banyak faktor penyebab banyaknya pengolam yang berguguran. Diantaranya adalah : kurangnya pengetahuan akan teknik berkolam lele, tidak bisa membuat pakan alternatif sederhana untuk ikan lele, terlalu tergantung dari pakan ikan pabrik yang harganya tinggi, tidak bisa memanfaatkan potensi alam sekitar yang sangat banyak untuk meningkatkan produksi ikan lele dengan meminimkan ketergantungan pakan pabrik dan digantikan dengan makanan ikan (pakan) yang ada disekitarnya yang sangat banyak tersedia.

Untuk membuat pakan ikan lele dari limbah ternak dan teknik pemberiannya adalah dengan memanfaatkan bakteri tertentu yang biasa disebut sebagai bakteri probiotik. Bakteri Probiotik ini digunakan untuk mengolah kotoran ternak sehingga terjadi proses fermentasi dimana dalam proses ini akan mengakibatkan panas yang akan membunuh bakteri lain yang tidak berguna sehingga limbah ternak tersebut aman untuk dikonsumsi ikan lele.

Teknik pemberiannya adalah dengan memberikan atau memasukkan limbah hasil fermentasi ke dalam kolam setelah ikan berumur 20 hari serta diberikan sebagai tambahan sewaktu memberi makan ikan, maksudnya sewaktu memberi makanan ikan degan pelet (pakan pabrik) kemudian diikuti dengan pakan limbah ternak hasil fermentasi. Dengan cara ini ikan lele akan tumbuh lebih cepat, sehat dan daging ikan lele lebih padat sehingga rasa ikan lele seperti ikan lele sungai. Disamping itu Anda akan terbebas dari bisik-bisik tetangga karena kolam Anda terbebas dari bau yang menyengat.

Selain itu Anda bisa menghemat penggunaan air. Mengapa ? Anda bisa mengunakan kolam ini tanpa harus membersihkan atau menguras kolam yang bearti Anda tidak perlu membuang air kolam sewaktu memanen tetapi Anda bisa mengunakan untuk ikan berikutnya karena kolam Anda sehat dan sudah terbentuk ekosistem dimana didalamnya sudah banyak hidup berbagai jenis planton atau hewan kecil yang sangat berguna untuk makanan ikan.

Sumber : webinfobisnis.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia