Berikut Tips Kursus HP: Peralatan dan Perlengkapan Perbaikan Ponsel
Timah Timah digunakan untuk merekatkan atau menghubungkan komponen – komponen baik pada PCB ataupun diluar PCB.Timah yang digunakan pada perbaikan ponsel biasanya memiliki diameter yang lebih kecil yaitu 0,5mm.
Timah cair Timah cair digunakan untuk membuat bola – bola timah pada IC BGA yang biasa disebut cetak kaki IC.
Penjepit PCB ( Print Circuit Board ) Penjepit PCB digunakan untuk menjepit PCB ponsel agar tidak bergeser sewaktu proses perbaikan.
Siongka cair Siongka cair digunakan untuk memanaskan, mengangkat dan memasang komponen pada PCB. Penggunaan songka cair ini akan mempercepat cairnya timah dan meredam panas sewaktu pemanasan komponen.
Sikat pembersih Sikat pembersih digunakan untuk membersihkan kotoran atau karat yang menempel pada PCB ponsel. Biasanya menggunakan cairan IPA atau Thinner dalam proses pembersihan pada PCB ponsel.
Kaca pembesar + lampu Kaca pembesar digunakan untuk memperbesar Obyek sehingga dapat terlihat lebih besar dan jelas sedangkan lampunya digunakan sebagai penerang.
Multitester Multitester digunakan sebagai alat ukur yang dapat mengukur tahanan resistansi, tegangan dan kuat arus. Multitester biasa disebut juga dengan avo meter. Fungsi lain dari multitester yaitu dapat digunakan untuk mengetahui kondisi sebuah komponen telah rusak atau tidak, memeriksa jalur PCB terputus atau tidak, mengetahui kutub positif dan negatif pada komponen seperti pada elco dan diode,serta dapat digunakan untuk membaca kaki resistor dan komponen lain pada ponsel. Multitester yang digunakan manual dan digital,u ntuk multitester digital biasanya digunakan untuk pengukuran yang micro dan mendetail.
Box pencuci Box pencuci digunakan untuk mencuci PCB ponsel dari air atau karat pada bagian bawah komponen.
Cairan IPA dan Thinner Cairan ini digunakan untuk mencuci dan membersihkan PCB ponsel dari kotoran dan karat.
Solder Solder digunakan sebagai alat mematri kaki komponen pada PCB atau pada sasis.Untuk keperluan elektronika terutama pada ponsel sebaiknya digunakan solder listrik yang dayanya 20-30 watt atau paling besar 40 watt agar tidak terlalu panas sebab beberapa komponen aktif seperti diode dan transistor tidak tahan panas
Rework station/solder uap/hot air Karena komponen ponsel yang sangat kecil, dibutuhkan Solder uap sebagai alat pengangkat, pemasang dan pemanas komponen yang ada pada ponsel guna memperbaiki unsolder (proses pemanasan komponen agar kaki-kainya melekat dengan kuat kembali ke PCB) pada komponen-komponen mini tersebut.
Osiloskop Osiloskop digunakan sebagai alat ukur yang dapat memberikan gambar berbentuk gelombang yang terdapat pada bagian yang diukur, biasanya untuk menentukan putus jalur atau fungsi tidaknya suatu komponen,
Frekwensi counter Frekwensi counter digunakan sebagai alat ukur atau hitung frekwensi yang ada pada komponen terutama pada system clock pada ponsel
Dengan memiliki peralatan dan perlengkapan perbaikan hardware ini, proses perbaikan ponsel dan belajar Kursus HP akan dapat berlangsung dengan baik dan sempurna. Untuk memperoleh perlengkapan dan peralatan perbaikan hardware ini dapat saya beli di toko elektronik atau sentra-sentra penjualan handphone dan sparepart. Bahkan ada beberapa toko yang menjual perlengkapan peralatan perbaikan hardware dalam satu paket pembelian dengan harga yang sangat murah jika saya membelinya satu-persatu.
Tips Kursus Handphone: Pada dasarnya untuk menjadi seorang teknisi ponsel alat–alat yang dibutuhkan tidak terlalu mahal. Setelah saya memahami tentang teknik membuka cover (casing) ponsel untuk selanjutnya saya dapat melihat bahwa pada beberapa ponsel memiliki bentuk screw (mur) yang khusus sehingga membutuhkan obeng pembuka khusus ponsel sering disebut obeng tipe T6, T5, T4 dan obeng kembang.
Bahkan dengan hanya memiliki satu set perangkat obeng ini saja, saya sudah dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan yang sering terjadi pada ponsel yang sering disebabkan oleh (bad connect) yaitu kerusakan yang disebabkan oleh koneksi yang tidak sempurna antara konektor yang satu dengan yang lainnya.
Kerusakan-kerusakan ringan bad connect yang bisa diperbaiki seperti : Tidak ada suara terdengar yang diakibatkan karena ‘speaker’ bad connect Tidak ada suara terkirim yang diakibatkan karena ‘mic’ bad connect Tidak ada getar pada ponsel yang diakibatkan karena ‘vibrator’ bad connect Tidak ada nada dering pada ponsel yang diakibatkan karena bad connect pada komponen ‘buzzer’. Tidak bisa atau sulit tekan pada tombol keypad yang diakibatkan karena kotor atau karat Bisa juga untuk memperbaiki ponsel yang mati total terkena air dengan cara mengeringkan semua komponen- komponennya
Tentu saja saya harus mengetahui terlebih dahulu tentang komponen-komponen penyebab kerusakan ponsel baik yang berat maupun ringan yang telah saya bahas diatas.
Peralatan dan perlengkapan hardware yang dibutuhkan oleh teknisi ponsel antara lain yaitu :
Obeng set Obeng set merupakan modal dasar seorang teknisi, pada obeng set ini biasanya digunakan type T6,T5,T4 dan obeng kembang untuk membuka screw (mur/baut) pada berbagai merk ponsel. Pilihlah obeng set yang bermata baja agar tidak mudah aus atau rusak ketika dipergunakan dan untuk mencegah juga kerusakan pada screw (mur/baut) itu sendiri.
Pinset Pinset digunakan untuk menjepit komponen sewaktu pengangkatan dan pemasangan komponen- komponen pada ponsel baik itu internal pada PCB ataupun komponen external PCB.Terkadang juga digunakan untuk mencongkel atau mendongkrak casing ponsel tapi hal ini tidak dianjurkan karena akan merusak ujung mata pinset (bengkok/patah) dan juga dapat mengakibatkan tergoresnya casing pada ponsel.
Pinset terbagi dua, pinset lurus dan pinset bengkok. Walaupun fungsinya sama tapi untuk pinset bengkok biasanya digunakan untuk pengangkatan komponen yang sulit lepas karena mempunyai daya capit yang bagus dibandingkan pinset lurus.
Tool kits/opening tools Tool kits digunakan untuk membantu membuka atau mencongkel casing ponsel, terutama casing –casing ponsel yang mempunyai sistem knock flip (agak sulit dibuka dengan tangan)
Tool kits/tang pembuka
Tang ini digunakan untuk membantu teknisi membuka atau mencongkel casing pada ponsel terutama pada type ponsel Siemens yang biasanya casing type ini tidak menggunakan baut dan melekat sangat kuat.
Tang potong
Tang potong digunakan untuk keperluan memotong benda keras seperti baut yang kepanjangan, plat penutup komponen dan bisa juga digunakan untuk membuka baut yang aus atau korosi.
Kawat isolasi/kabel jumper Kawat isolasi digunakan untuk menjumper atau menyambung jalur yang putus baik pada komponen eksternal maupun komponen internal seperti IC. Kawat ini dilapisi oleh isolasi sehingga aman digunakan dan tidak mengakibatkan konslet.
Pertumbuhan servis ponsel ”baik resmi maupun partikelir dari lulusan kursus handphone” berjalan seiring makin banyaknya ponsel yang digunakan konsumen. Dua-duanya memiliki pasar tersendiri. Buat konsumen yang maunya aman, pilihannya mungkin ke servis resmi. Tapi, buat yang maunya cepat selesai dan murah, servis partikelir dari lulusan kursus handphone pilihannya. Nah, kini mulai berkembang servis yang dilakukan sendiri. Nggak perlu lagi datang ke tempat servis. Makin tersebarnya software flasher berbagai jenis ponsel di dunia maya memudahkan orang untuk mencoba memperbaiki ponselnya sendiri.
Para pengembang hardware maupun software juga nggak kenal lelah melakukan inovasi, termasuk melakukan cara yang berisiko. Biasanya flash cuma bisa dilakukan dengan menggunakan boks flashing. Kini beberapa merek dan tipe ponsel bisa di-flash tanpa harus membeli boks atau dongle. Cukup menggunakan kabel data standar yang biasanya terpaket pada penjualan ponsel atau kabel data aksesori dengan harga yang relatif murah.
Artinya, kalau orang awam bisa menyerap pengetahuan dan keterampilan tersebut, berarti setiap orang bisa melakukan servis sendiri kalau terjadi kerusakan pada software dan masih tergolong ringan. Ponsel yang bisa di-flashing sendiri di antaranya deretan ponsel Nokia BB5, yaitu 3250, 5500, 6125, 6126, 6131, 6136, 6233, 6234, 6270, 6280, 6282, 6630, 6680, 6681, 6682, 7370, E50, E60, E61, E62, E70, N70, N71, N72, N73, N80, N90, dan N91. Juga, beberapa ponsel CDMA.
Perangkat yang dibutuhkan adalah komputer dengan prosesor Pentium III atau di atasnya serta sistem operasi Windows XP SP2. Sudah barang tentu dibutuhkan software flashing. Nah, karena sebenarnya software ini digunakan teknisi resmi Nokia, maka flasher berusaha melakukan inovasi dengan membuat crack-nya. Paket software yang bisa melakukan flashing tanpa boks bisa Anda download dari internet. Adapun paket software yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
Selanjutnya adalah melakukan instalasi software-software di atas. Perhatikan betul langkah-langkah yang Kami berikan. Soalnya, masalah sering timbul bukan pada proses flashing, melainkan pada proses instalasi software yang sering gagal. Adapun urutan instalasinya sebagai berikut:
- Instal Nokia Diego 3.07 Sp2.msi. Sama kayak penginstal aplikasi lainnya, Anda cukup menekan Next sampai proses selesai.
- Instal Phoenix_Service_SW_2006_20_9_148.exe.
- Siapkan instalasi crack-nya. Tapi, jangan memulai proses instalasi sebelum muncul pesan "Installation cannot continue without dongle". Kemudian, klik Retry pada proses instalasi.
- Pastikan penulisan file DLL yang dilakukan crack tertulis pada folder windows/system32.
- Booting ulang komputer.
- Instal Nokia Cable Driver.
Flashing
Proses flashing mengandung risiko kerusakan temporer atau permanen. Makanya, Anda harus memperhatikan hal-hal di bawah ini:
- Backup semua data yang berada di ponsel ke kartu memori.
- Pastikan baterai dalam kondisi penuh.
- Keluarkan kartu memori dan SIM card.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam proses flashing ini yaitu jangan sekali-kali mencabut kabel saat proses flash berlangsung dan men-downgrade versi firmware pada ponsel. Downgrade versi firmware bisa dilakukan APE Flashing dengan UFS3 Box. Kalau ponsel jadi matot karena kesalahan di atas, maka harus dilakukan FBUS Flashing yang memerlukan boks lain. Ini nggak bisa dilakukan dengan solusi flashing seperti ini.
Proses dimulai dengan menjalankan Phoenix. Saat pertama kali menjalankan software, Anda diminta memasukkan informasi pengguna. Hal yang dilakukan dengan menggunakan software Phoenix adalah untuk flashing Nokia generasi baru BB5 yang menggunakan kabel DKU2. Koneksinya menggunakan DKU5 yang mampu melakukan kalibrasi Nokia CDMA sperti Unlock, Tuning Signal, Setting Channel Frekuensi, Edit PRL (Preffered Roaming List ponsel inject), Phone Information, dan lainnya.
Untuk menggunakan kabel DKU5, harus driver-nya harus diinstal terlebih dahulu. Tapi, kabel DKU2 nggak perlu instal driver, karena jenisnya straight cable (penghubung). Setelah itu, perhatikan Device Manager pada COM berapa DKU5 terpasang. Kemudian, pilih File>Manage Connections>New>, lalu pilih Media (DKU5 atau USB untuk DKU2). Untuk DKU5, pilih Manual Setup dan tentukan COM di mana DKU5 terinstal. Sedangkan USB DKU2 nggak perlu menentukan COM penginstalan. Kesalahan penginstalan COM DKU5 akan menyebabkan ponsel yang terpasang nggak bisa terdeteksi dengan baik.
Bila tahap pengaturan koneksi telah dilakukan dengan benar, langkah selanjutnya yaitu menghubungkan ponsel ke komputer menggunakan kabel. Sebagai contoh, Kami mencoba melakukan flashing ponsel BB5.
Ponsel BB5 yang telah dihubungkan ke komputer dalam keadaan Offline Mode akan dideteksi sebagai perangkat baru yang ditemukan. Secara otomatis akan terinstal sendiri driver-driver yang diperlukan. Pilih File>Scan Products, maka di bawah akan muncul versi software ponsel yang terkoneksi.
Kemudian klik Flashing>SW Update, maka akan muncul jendela baru Software Update. Ponsel akan terdeteski secara otomatis. Sebelum melakukan proses flashing, Anda perlu memilih firmware yang akan dipakai. Biasanya firmware oleh para flasher di-share pada forum-forum flasher dalam negeri maupun luar negeri. Ada dua cara, yaitu memilih Product Code-nya saja dan Image File (MCU) serta PPM File secara otomatis akan terpilih. Pilihan kedua, memilih secara manual Image File serta PPM File (Paket Bahasa). Dalam hal ini kita memilih Product Code 0522048 Indonesia Silver Blue dengan PPM File v36 yang pasti terdapat bahasa Indonesia karena ponsel ditujukan untuk Indonesia.
Setelah pemilihan firmware, perhatikan Flash Type. Terdapat pilihan:
- Restore User Data: Sehabis flashing, data yang ada di ponsel akan dikembalikan seperti sedia kala.
- Product as Manufactured: Data-data pada ponsel akan dihapus, sehingga kondisi memori ponsel akan seperti baru.
Pilihan pertama digunakan kalau ponsel nggak ada masalah apa-apa, ingin upgrade saja. Pilihan kedua digunakan untuk perbaikan masalah pada ponsel. Kalau kartu memori masih ada di dalam slot, data-data nggak ikut terhapus.
Langkah berikutnya klik tombol Start, maka proses flashing akan berjalan dengan sendirinya. Tunggu sampai proses selesai. Ponsel akan normal kembali dengan firmware yang telah ter-upgrade.
Proses Flashing ini bertujuan untuk meng-upgrade firmware ponsel serta menambah bahasa pada menu yang digunakan kalau sebelumnya nggak ada bahasa yang dikehendaki saja.
http://www.cibuburaktual.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis