Tampilkan postingan dengan label kta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juli 2010

Jenis Dan Macam KTA



Anda mendapat telepon dari berbagai Bank yang menawarkan kredit tanpa agunan. Produk ini punya nama macam-macam, ada yang menggunakan nama generik seperti Pinjaman Tanpa Agunan  atau Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau Kredit Instan Tanpa Agunan (KITA), ada juga juga yang menggunakan nama yang lebih trendy, seperti Personal Loan atau Loan on Phone.

Meski punya banyak nama, produk ini tetap sama, yaitu kredit multi guna yang bebas agunan. Pemberian Pinjaman Tanpa Agunan semata bersandar pada credit scoring berdasarkan perhitungan debt burden ratio yang didukung pengecekan ekternal, baik berupa keabsahan identitas dan domisili maupun rekam jejak calon debitur selama berhubungan dengan bank. Baik melalui BI checking maupun pengecekan pada daftar hitam penerbit kartu kredit seperti Visa atau Mastercard.

Pada dasarnya, Pinjaman Tanpa Agunan ini punya banyak sekali peminat. Maklum, selain syaratnya mudah, juga karena selalu dibumbui janji-janji proses yang cepat. Namun, banyak yang tidak sadar, betapapun mudahnya pinjaman ini, ada harga yang harus dibayar, yakni tingginya suku bunga yang dikenakan pada debitur.

Mengapa mesti tinggi? dari berbagai kumpulan artikel yang saya baca Jawabnya mudah, risiko kredit seperti ini sangat tinggi. Dalam istilah perbankan, kredit seperti ini di sebut clean loan. Clean artinya bank tak punya jaminan apa-apa selain reputasi si debitur. Jika debitur default atau gagal bayar, maka bank tak punya second way out berupa jaminan seperti kredit secara umum. Tingginya risiko inilah yang dicadangkan bank dengan memasukkannya ke dalam pricing, yaitu suku bunga yang dibebankan ke debitur.

Apabila kita memutuskan untuk mengambil kredit atau Pinjaman Tanpa Agunan ini, perlu diingat bahwa kita harus memiliki kejelasan tentang sumber pembayarannya. Misalnya, kita bisa menyisihkan dari pendapatan bulanan. Jika kita sudah menghitung dan cicilan tersebut tidak sampai mengganggu cash flow bulanan dan kehidupan sehari-hari, maka boleh-boleh saja mengambil kredit ini.

Kenyataannya, banyak orang yang tergiur mengambil kredit atau Pinjaman Tanpa Agunan ini semata karena tergoda mudahnya proses mendapatkan Pinjaman Tanpa Agunan dan lupa akan kemampuan. Hasilnya adalah kesulitan yang dihadapi. Apalagi ada juga sebagian orang yang memang punya itikad tidak baik sejak awal, alias sengaja mau ngemplang demi penampilan dan life style yang up do date.

Nah, karena bank tak punya jalan keluar lain selain cicilan debitur, maka setiap ada indikasi ke arah gagal bayar, misalnya keterlambatan, bank akan cepat bertindak untuk menagih, biasanya melalui pihak ketiga yang ditunjuk. Pihak ketiga ini sering kita kenal sebagai debt collector. Karena debt collector ini bukan karyawan bank yang bersangkutan dan biasanya memiliki latar belakang pendidikan yang tidak begitu tinggi, maka cara-cara yang dipakai atau bahasa yang digunakan dalam menagih hutang menjadi kasar dan terkesan tidak sopan. Akibatnya banyak keluhan mengenai debt collector yang sering dianggap tak punya manner dalam bekerja.

Sekarang semua terserah kita. Apakah kita mau diumpat dan dimaki oleh debt collector? Jika tidak, maka hati-hatilah. Pinjaman Tanpa Agunan

http://n0vri.wordpress.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 14 Juli 2010

Benakah KTA Bank Asing Jadi Pilihan Utama??


Meski tingkat awareness nasabah terhadap produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) masih di bawah 50%, toh fasilitas perbankan yang pertama kali diluncurkan pada 1995 ini punya prospek cukup cerah. Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan KTA mencapai 20%-30% per tahun.

Kredit Tanpa Agunan atau personal loan adalah pinjaman tunai tanpa agunan/tanpa jaminan yang disediakan pihak perbankan untuk kebutuhan nasabah meliputi renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan, liburan, pelunasan hutang, investasi usaha, perawatan kesehatan, pembelian kendaraan, dan lain-lain, yang memenuhi persyaratan.

Dengan segala keunggulan dan keuntungannya, seperti uang tunai hingga Rp 200 juta yang bisa didapatkan, beragamnya pilihan masa angsuran (2-5 tahun), kemudahan pembayaran angsuran serta tingkat suku bunga yang kompetitif (12%-20% per tahun), KTA menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan keuangan nasabah perkotaan.

Saat ini hampir sebagian besar kalangan perbankan di Indonesia telah menyediakan fasilitas KTA, baik itu bank pemerintah, bank swasta nasional hingga bank swasta asing. Tapi yang paling getol adalah bank asing, seperti Standard Chartered Bank selaku pelopor, ABN AMRO, HSBC dan Citibank.

Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia yang dimuat dalam “Studi Pasar & Perilaku Nasabah Consumer Banking 2008” produk KTA ABN AMRO, KBA Mandiri, dan HSBC Kredit menduduki tiga besar Top of Mind (TOM). Namun demikian, jenis KTA yang paling tinggi tingkat penggunaannya justru dipegang oleh bank swasta asing. Standard Chartered Bank menjadi primadona dengan total porsi 16,1%. Disusul berikutnya HSBC Kredit (14,3%), ABN AMRO Personal Loan (12,5%), dan Citi Finansial (7,1%).

Sedangkan rekor tertinggi bank swasta nasional diraih oleh Lippo Bank Personal Loan (sekarang merger dengan Bank Niaga menjadi CIMB Niaga) dan BRI Kredit dengan raihan porsi yang masing-masing sama 8,9%. Berikutnya DKI KTA milik Bank DKI (7,1%), KBA Mandiri (5,4%), BNI Fleksi (3,6%), dan KTA Permata (3,6%).
tabel-KTA

Kalau diklasifikasikan berdasarkan kota, dominasi produk KTA bank asing semakin terlihat jelas. Di Surabaya, misalnya, produk ABN AMRO Personal Loan dan Standard Chartered Bank-KTA menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai produk KTA yang paling digemari oleh nasabah kota pahlawan tersebut. Begitu pula di Jakarta, HSBC Kredit dan Standard Chartered Bank-KTA menjadi primadona nasabah ibukota.

Mengapa KTA keluaran bank asing berhasil menyedot animo nasabah di Tanah Air? Apakah lantaran fasilitas yang ditawarkan lebih menarik dibandingkan bank nasional ataukah semata-mata berkat strategi penetrasi pasarnya yang jitu? Lalu bagaimana peta persaingan market share di antara mereka? Mari kita tunggu hasil riset MARS berikutnya!


http://marsnewsletter.wordpress.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Senin, 12 Juli 2010

Layanan Keuangan Tak Selalu Memecahkah Masalah Anda




Uang memang bukan segalanya, namun tanpa uang kita tidak akan bisa hidup. Sungguh ironis memang, apalagi di umur 20-an dimana keinginan dan hasrat untuk mendapatkan semua barang keinginan bisa digapai karena sudah bisa berpenghasilan sendiri. Biasanya pengeluaran akan lebih besar daripada pendapatan, nah, hal ini yang membuat kita untuk memanfaatkan semua peluang yang ada, seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), pinjaman bank, bahkan rentenir

Tidak kita ketahui bahwa semua itu adalah RACUN yang akan menjerumuskan kita kedalam dunia HUTANG. Segala kemudahan yang ditawarkan oleh para RACUN tersebut memang sangat mengiurkan, tetapi jika kita mampu berpikir sehat maka kita akan berpikir 1000x untuk melakukannya atau mungkin melakukannya dengan penuh pertimbangan dan perhitungan terlebih dahulu, tidak melulu mengikuti nafsu.
Berikut ini adalah beberapa RACUN yang sebaiknya dihindari

Pinjaman Tanpa Agunan

Saat ini banyak sekali sales pinjaman tanpa agunan yang menawarkan pinjaman dana tunai LANGSUNG cair dalam 1 hari.. WOW.. hebat sekali, sekarang memperoleh uang mudah bukan main. Tapi harap diingat, dibalik semua kemudahan itu tersirat segala macam aturan yang kurang lebih akan merugikan kamu. Bunga yang cukup besar merupakan salah satu momok daripada pinjaman tanpa agunan ini. Jika memang tidak mendesak sebaiknya hindari pinjaman tanpa agunan.

Pinjaman Bank

Tidak berbeda jauh dengan pinjaman tanpa agunan, namun pinjaman bank ini lebih rumit dalam hal administrasi serta harus ada jaminan dan belum tentu disetujui. Biasanya pinjaman dalam skala besar harus melalui pinjaman bank ini. Harus diingat pinjaman yang besar juga akan menjadikan bunganya besar juga, jadi waspadalah!
Penarikan Tunai Kartu Kredit

Kartu Kredit

Mempunyai kartu kredit bukanlah suatu kebangaan, karena itu adalah hutang kamu. Nah, salah satu fitur kartu kredit adalah penarikan tunai melalui ATM. Tetapi yang tidak diketahui adalah bunga dari penarikan ini hampir 2x lipat dari bunga cicilan kartu kredit itu sendiri. Jadi JANGAN pernah menarik uang melalui kartu kredit, kecuali memang benar-benar terdesak sekali.
Rumah Pengadaian

Tidak begitu berbeda jauh dengan pinjaman bank, kamu diharuskan untuk mengadaikan barang milik kamu untuk mendapatkan sejumlah uang. Harga barang kamu akan sangat jauh dari harga pasaran dan tidak bisa ditawar. Jika kamu menginginkan kembali barang gadaian tersebut, maka sang rumah gadai akan menjual dengan harga pasaran kepadamu. Jadi bisa dipastikan kamu pasti rugi.

Rentenir

Yang terakhir dan mungkin sangat ekstrim adalah rentenir. Biasanya rentenir akan memberikan bunga sesuka hati dan super besar. Biaya pengembalian bisa 2-3x lipat dari pokok pinjaman. Rentenir biasanya menggunakan kekerasan jika kamu tidak bayar tepat pada waktunya. Jadi SANGAT TIDAK DIANJURKAN!

Semua hal diatas memang tidak dilarang (kecuali bagian rentenir) namun sebaiknya dihindari jika memang tidak terpaksa. Sebaiknya menabung dan pending semua keinginan kalau memang dana tidak/belum mencukupi. INGAT! Sekali terjebak ke dalam belenggu hutang, kamu akan susah untuk keluar.


http://www.twentea.com/

Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Bank Coba Dorong Terus Perkembangan Kredit Tanpa Agunan Tahun Ini

Kredit tanpa agunan (KTA) atau personal loan masih menjadi ladang bisnis yang menggiurkan buat bank. Mereka memprediksi, tahun 2010 kompetisi di segmen ini bakal berlangsung keras.Ketatnya persaingan itu bisa terekam dari target pertumbuhan KTA masing-masing bank. Rata-rata bank menargetkan pertumbuhan KTA tahun ini minimal 20%.

The Royal Bank of Scotland (RBS) Indonesia, misalnya. "Tahun ini kami menargetkan KTA bisa tumbuh 20%-25%," kata Dessy Masri, kepala pembiayaan konsumen RBS Indonesia, tadi sore.Hingga akhir 2009, Dessy, outstanding KTA RBS Indonesia sekitar Rp1,5 triliun dengan penyaluran kredit baru sebesar Rp1 triliun. Dessy menjelaskan, komposisi KTA ini mencapai 40% dari total kredit yang disalurkan RBS Indonesia ke segmen ritel. "Sisanya, adalah kartu kredit dan kredit loan yang kecil-kecil," ujarnya.

RBS Indonesia menawarkan produk KTA sejak tahun 2000. Menurut Dessy, di tahun ke sepuluh ini, target penyaluran KTA sebesar 25% merupakan target yang optimistis.Optimisme pada prospek bisnis kredit tanpa agunan ini juga datang dari Bank DBS Indonesia. Bank yang baru menyalurkan KTA sejak setahun lalu ini mematok pertumbuhan KTA di tahun ini sebesar 30%.

Dengan memakai merek Dana Bantuan Sahabat, kucuran KTA Bank DBS saat ini mencapai Rp 200 miliar. "Kami akan agresif mengucurkan KTA. Target kami tahun ini bisa tumbuh di atas 30% ," kata Steffano Ridwan, Senior Vice President Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia.The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) juga melihat peluang besar di bisnis personal loan ini.

"Untuk personal loan, tahun ini kami optimis pertumbuhan akan sejalan dengan target kami," kata Winarti, Vice President Business Banking HSBC. Sayangnya Winarti tak bersedia menyebut nilai Kredit Tanpa Agunan HSBC saat ini ataupun besaran target.

Sumber : resepobtkuno.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Kamis, 08 Juli 2010

Kadin Ingin Bank Riau Serius Memaksimalkan Kredit Tanpa Agunan


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau meminta Bank Riau untuk menaikan plafon kredit tanpa agunan bagi UMKM hingga Rp1 miliar untuk mengatasi dampak kenaikan BBM terhadap sektor riil.Direktur Eksekutif Kadin Riau Muhammad Herwan di Pekanbaru, Selasa mengatakan, Bank Riau kini baru memberlakukan batas tertinggi pemberian kredit UMKM tanpa agunan sebesar Rp15 juta.Menurut dia, jumlah tersebut relatif kecil mengingat potensi UMKM daerah yang masih bisa berkembang namun tidak "bankable" sehingga sulit mendapat akses permodalan.

Apalagi saat sektor rill terkena dampak kenaikan harga BBM, Bank Riau harus lebih besar menggelontorkan modal bagi UMKM,katanya.Saat ini Kadin tengah menyusun rekomendasi peningkatan plafon kredit tanpa agunan kepada Bank Riau. Hal itu sangat memungkinkan, apalagi keduanya sudah menjalin nota kesepahaman (MoU) tentang pemberian kredit murah, mudah dan cepat tanpa jaminan kepada UMKM anggota Kadin Riau, pada Mei silam.

Untuk menunjang rencana tersebut, Kadin berencana menggandeng Bank Indonesia Pekanbaru untuk penyusunan "data base" UMKM yang akan menjadi sasaran pemberian kredit tanpa agunan.Selain itu, Kadin juga mengusulkan agar dibuat sebuah segmentasi terhadap UMKM untuk dapat mengalihkan jaminan dalam bentuk lain sehingga mendapatkan kredit Rp500 juta hingga Rp1 miliar.Ia berpendapat, UMKM diharapkan dapat menggunakan surat kontrak kerja untuk mendapatkan kredit bank dengan jumlah besar. Dengan demikian, sebuah UMKM makanan cukup menggunakan kontrak pemesanan untuk mendapatkan kredit. Hal itu untuk mengatasi kesulitan mereka yang kesulitan modal untuk mengerjakan pemesanan dalam jumlah besar.

Rencana ini masih merupakan uji coba untuk melihat sejauh mana komitmen Bank Riau untuk memajukan ekonomi kerakyatan di Riau.



Sumber : bebexbiroe.blogspot.com
Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Selasa, 06 Juli 2010

Tips: Memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan Sesuai Kebutuhan

Pinjaman Tanpa Agunan Pasti Anda sudah familiar. Anda bisa mendapatkan pinjaman tanpa mengagunkan suatu barang. Hanya cukup menunjukkan struk gaji atau penghasilan bulanan, bahkan limit kartu kredit, dana tunai bisa didapat.

Mereka tidak memiliki harta yang "cukup" untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan * lebih bagus lagi kalau * pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Pinjaman Tanpa Agunan atau Kredit Tanpa Agunan (selanjutnya kita sebut KTA).

Pinjaman Tanpa Agunan atau KTA dapat diajukan oleh siapa pun, baik karyawan, profesional, maupun wirausahawan. Termasuk Anda. Bedanya dari produk pinjaman biasa, nilai pinjaman Anda dibatasi. Ini karena tidak adanya harta yang dijaminkan sehingga otomatis risiko bank sebagai pemberi pinjaman akan semakin tinggi. Di sinilah biasanya nilai pinjaman pada produk KTA dibatasi, yaitu antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta saja, atau maksimal sekitar tiga kali gaji. Jangka waktu kreditnya juga dibatasi agar tidak terlalu panjang, yaitu antara 1 sampai dengan 3 tahun.

Pinjaman Tanpa Agunan atau KTA dapat Anda manfaatkan untuk tujuan apa saja. Anda bisa menggunakannya untuk tujuan konsumtif, seperti membayar biaya pendidikan anak Anda, membiayai pernikahan, atau merenovasi rumah. Di samping itu Anda bisa juga menggunakan KTA untuk tujuan produktif seperti membiayai modal awal suatu usaha, membeli persediaan barang dagangan, membeli mesin, membeli perlengkapan kantor, atau membiayai kebutuhan modal kerja lainnya.

Bisa juga Anda memanfaatkan Pinjaman Tanpa Agunan atau KTA untuk melengkapi atau menutupi kekurangan dana dari pinjaman lainnya bila Anda memang memilikinya. Sebagai contoh, bila sebelumnya Anda memiliki pinjaman di bank di mana rumah Anda disertakan sebagai jaminannya, Anda masih tetap dapat mengajukan KTA. Yang penting penghasilan Anda (setelah dipotong biaya rumah tangga dan biaya lainnya, termasuk didalamnya biaya cicilan kredit bank yang sudah Anda miliki sebelumnya) masih cukup untuk membayar cicilan Pinjaman Tanpa Agunan atau KTA.

Atau bila Anda ingin membeli rumah baru secara kredit melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank biasanya tidak akan membiayai seluruhnya. Ia akan meminta Anda membayar uang muka dari Anda sebesar sekitar 30%, dan sisanya dibiayai oleh bank untuk lalu Anda cicil. Nah, bila Anda tidak memiliki uang muka yang 30% itu, Anda bisa mendapatkannya dengan mengambil KTA.

Dengan demikian, Pinjaman Tanpa Agunan atau KTA dapat memenuhi tujuan keuangan apa saja sehingga dapat digunakan dalam situasi dan kondisi kebutuhan Anda.

Jadi, lihat dulu situasi dan kondisi keuangan Anda sebelum Anda mengambil KTA. Karena produk kredit “ seharusnya”  dibuat untuk memudahkan hidup Anda, bukan malah memperberat Anda. Jumlah yang Anda pinjam seharusnya sudah dipertimbangkan pula dengan kemampuan Anda membayar. jadi tidak besar pasak daripada tiang.



http://www.cyberforums.us/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 26 Mei 2010

Mengajukan Kredit Tanpa Agunan




1. Jangan mengambil pinjaman atau kredit tanpa agunan karena ingin, melainkan bila memang ada kebutuhan yang mendesak, misalnya membayar tagihan rumah sakit sementara tak ada simpanan di tabungan.

2. Jangan memanfaatkan kredit tanpa agunan sebatas untuk membeli aset yang menurun harganya, seperti barang-barang elektronik. Begitu juga membeli mobil, berlibur, dan kebutuhan lain yang bersifat konsumtif.

3. Pastikan pembayaran cicilannya. Bila memang tersedia dana di tabungan, prioritaskan tabungan lebih dulu untuk melunasi tagihan tersebut sebelum mengajukan kta.

4. Jangan "memarkir" dana pinjaman kredit tanpa agunan ke dalam tabungan, karena bunga yang diterima dari tabungan pastilah jauh lebih kecil daripada beban bunga kredit yang harus dibayarkan. Bunga tabungan hanya berkisar 8%, sementara beban bunga kredit kta bisa mencapai lebih dari 20% per tahun.

5. Pinjaman kta boleh digunakan untuk menutup tagihan kartu kredit, asalkan dengan asumsi bunga kta lebih rendah dibanding bunga yang diberlakukan bank penerbit kartu kredit. Bila anda masih tetap menggunakan kartu kredit secara berlebihan, solusi membayar tagihan dengan meminjam kta tetap tidak memberikan keamanan finansial untuk jangka panjang.

Jadi, segencar apa pun promosi yang dilakukan pihak bank, mereka tetap tidak dapat disalahkan. Kita sendirilah pengendali keuangan keluarga kita.



Female.kompas.com