Tampilkan postingan dengan label junk food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label junk food. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Mei 2010

Dampak Iklan Makanan Cepat Saji Pada Anak


Setelah iklan rokok dibatasi, pemerhati kesehatan bergerak. Mereka mulai menyarankan perlunya pembatasan iklan makanan cepat saji untuk mengurangi resiko obesitas pada anak.

Pada anak? Ya. Bila di negara miskin ada masalah kurang gizi pada anak yang diganti dengan istilah "gizi buruk", maka di negara maju ada obesitas pada anak.

Ahli nutrisi di Dewan Kanker negara bagian New South Wales Australia yang baru mempresentasikan hasil penelitian mereka di 11 negara mengatakan 177 juta anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun kegemukan. Lembaga itu mengatakan pengamatan mereka lakukan pada anak-anak di Australia, Asia, Eropa Timur dan Barat, serta Amerika Utara dan Selatan.

Lembaga itu mengatakan dua per tiga dari total pasang iklan makanan di televisi  adalah iklan makanan cepat saji atau yang populer dengan sebutan "junk food".

Amerika Serikat dan Jerman disebut sebagai negara yang paling banyak pasang iklan makanan junk food dengan persentase 90 persen. Sedangkan di Inggris dan Australia sekitar 50 persen.

Lembaga itu mengatakan metode promosi memainkan peran besar dalam mempengaruhi pilihan atau selera anak-anak.



http://www.tempointeraktif.com
Temukan semuanya tentang business & advertising

Jumat, 07 Mei 2010

Menu Makanan Sehat


Agar tubuh kita sehat, maka setiap hari kita harus memilih asupan makanan yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh kita. Makanan yang lengkap dan kecukupan gizi.
Berikut adalah tips memilih maupun menyajikan menu makanan yang harus diperhatikan, agar tubuh tetap sehat setiap hari :
  • Saat tubuh dalam kondisi kurang fit, perbanyaklah makan tempe, tahu, serta kacang-kacangan yang banyak mengandung protein. Perbanyak juga mengkonsumsi makan yang mengandung vitamin C dan vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh yang bersifat mencegah oksidasi serta memperbaiki sel tubuh.
  • Usahakan mengkonsumsi makanan seimbang setiap hari. Mengkonsumsi makanan pokok, sayuran, dan buah-buahan.
  • Konsumsi makanan yang berbeda setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi, serta vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Misalnya jika hari ini Anda terlalu banyak konsumsi daging, usahakan besok banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dengan mengurangi konsumsi daging.
  • Hindari terlalu sering mengkonsumi makanan instant maupun junk food.
  • Jika Anda terpaksa banyak konsumsi makanan junk food, imbangi dengan perbanyak sayur dan dan buah-buahan.
  • Kebersihan dalam mengolah makanan yang kita konsumsi sangat berpengaruh terhadap kesehatan kita.
Semoga bermanfaat.

http://www.tipskeluarga.com


Temukan semuanya tentang Restaurant dan Toko Bunga

Kamis, 06 Mei 2010

Mengenal Junk Food

 Semua makanan instan itu adalah junk food alias makanan sampah. Itulah yang terpatri di benak kebanyakan orang. Akibat kampanye kesehatan yang dicerna agak miring, otomatis publik menganggap semua makanan instan adalah sampah. Terlebih lagi jika makanan itu berasal dari budaya barat. Iklan memang kadang memberi efek berlebihan pada kehidupan kita. Padahal ada sejumlah makanan yang selintas kita anggap “sampah” justru memiliki kandungan gizi yang masih layak dikonsumsi andai diolah secara baik.
Berikut daftar beberapa makanan yang awalnya adalah makanan sehat, tapi setelah terlalu dikomersilkan justru menjadi sampah.
1. Pizza                                             
Bukan hanya kita di Indonesia, bahkan orang Amerika pun menganggap pizza masuk kategoru junk food. Bisa jadi akibat bingung dengan iklan di televisi. Padahal di negara asalnya, Italia, ada hukum yang mengatur bagaimana komposisi pizza idealnya dibuat. Ditentukan mulai dari jenis tepungnya, tomat, mozarela, sampai ke minyak zaitunnya. Makanan ini jika diolah sesuai ketentuan merupakan makanan praktis lagi kaya gizi. Sayangnya, mulai banyak pizza yang diolah terlalu komersil sehingga mengandung terlalu banyak lemak, kalori, sodium, namun rendah gizi.
2.Sayuran Organik Komersil.
Awalnya ini adalah ide yang baik. Sejumlah petani memulai gerakan tanaman organik, menghindari pestisida dan pupuk kimia. Mereka menanam dengan cara alamiah.Namun setelah 30 tahun berlalu, produk tanaman organik menjadi kasus. Sejumlah waralaba besar menginginkan profit berlebih. Akibatnya diproduksi makanan sampah organik seperti susu organik, sayuran organik, yang semuanya berlabel.
3. Sereal.
Di Indonesia kini sarapan pagi yang biasa bermenu nasi uduk atau lontong sayur mulai digeser dengan sereal. Aslinya, sereal yang ideal terbuat atas gandum, oat atau beras. Intinya adalah bahan pangan untuk manusia. Kandungannya adalah protein, lemak sehat dan vitamin. sayang, mulai marak produsen makanan yang menambah bahan gula, sirup jagung, garam, makanan yang dikeringkan dan sejenisnya. Bahan-bahan inilah yang membuat sereal menjadi sampah di tubuh kita.
4. Roti Tawar.
Roti tawar yang berbahaya bagi kesehatan adalah yang mengandung bahan tak sehat. Dan ini justru yang banyak beredar di negara maju seperti AS. Yakni mengandung tepung dengan gula, siruo jagunng, bahkan sejumlah bahan tambahan tak berguna. Kandungannya membuat orang berisiko menderita obesitas dan diabetes sebab sekali dimakan akan langsung dikonversi menjadi gula darah bernama glokosa. Glukosa ini membuat pankreas bekerja keras dan merusak organ sekitar. Roti tawar yang sehat adalah yang terbuat dari tepung dan air dengan sedikit garam dan yeast.
5. Teh Hijau
Dipercaya berkhasiat mencegah kanker, teh hijau banyak dikonsumsi di Asia termasuk Indonesia. Teh ini mengandung antioksidan dan komponen lain yang katanya mengurangi risiko kanker, serangan jantung, bahkan membuat awet muda. Kini teh hijau banyak dijual dalam kemasan botol, ditambah beragam rasa agar menarik. Zat seperti gula, bahan penambah rasa dan pengawet justru membuat teh hijau bukan lagi minuman sehat.
Kini pilihan ada di tangan kita sendiri. Mau makanan sehat tapi agak repot, atau praktis namun sudah menjadi sampah?

MerryMagdalenaNetsains.com