Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

Hotel Murah Kawasan Jakarta

Hotel murah di tangerang Banten.banyak lah,tapi di seputar Bandara,ada gak yah?nah sekarang anda tidak perlu hawatir lagi sebab ternyata hotel murah banyak bertebaran di sana.Bagaimana caranya anda dapat menemukan hotel murah,pastikan posisi anda di mana?terminal 1,2 3 atau cargo atau seputar bandara,apabila anda berada di area bandara Soekarno- Hatta ATAU BANDARA CENGKARENG anda bisa naik mikrolet warna hijau muda tujuan rawa bokor kecuali terminal 3 anda harus keluar dulu ke pinggir jalan ,baru ada mikrolet tujuan bandara -Rawa bokor dengan tarip sekitar Rp.3000 ada ac nya lagi.perjalanan dari bandara rawa bokor hanya butuh seperempat jam saja,asal mikroletnya tidak muter-muter dulu atau ngetem dulu..sampai di rawa bokor banyak bertebaran hotel melati yang cukup murah antara 100 ribuan saja dengan pasilitas cukup lumayan.Sedangkan untuk masalah makanan disana banyak tersedia masakan apa aja dan buka selama 24 jam .itupun dengan harga yang sangat murah...dari 5000 an sampai 30.000 an saja.cukup murah bukan?

Bila anda sendirian saja anda bisa numpang ke rumah - rumah di seputar bandara karena di situ banyak kos-kosan atau kontrakan,seumpama anda punya teman atau kenalan karyawan bandara.Ingat dari Bandara tujuan Rawa bokor.Sedangkan apabila anda ingin ke daerah tangerang kota,anda bisa mencari hotel murah disana,baik di Cikokol,Di jalan Merdeka banyak bertebaran hotel murah meriah...dengan harga bervariasi.

Untuk mencapai tujuan anda dapat melakukan sebagai berikut:dari Terminal 1,2,3 anda bisa naik mikrolet yang sama dengan tujuan rawa bokor,hanya saja mesti bilang ke sopir nya mau ke M 1 atau pintu m satu dengan tarif yang sama Rp.3000 lalu turun di Pintu m 1 dan anda menyebrang jalan,menunggu bus mini atau elf tuhuan pasar baru atau pasar anyar,nah mobil ini beroperasi 24 jam...sedangkan mikrolet hanya sampai jam 8 malam saja. dan dari pasar baru anda bisa naik beca,atau naik angkutan umum tujuan terminal cimone,dan disanalah banyak terdapat hotel murah.....

selamat mencoba

Sumber : id.shvoong.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Selasa, 04 Mei 2010

Lahan Parkir Bertingkat Cocok di Jakarta

Membuat lahan parkir di sebuah gedung bertingkat tinggi banyak hal yang harus dipertimbangkan. Mulai efisiensi di tengah lahan yang serba sempit hingga tingkat keamanannya.

Lahan parkir akan menjadi masalah besar bagi wilayah Ibu Kota seperti Jakarta. Terbatasnya lahan, meningkatnya jumlah kendaraan, area semakin berjubel dengan gedung dan pemukiman, sehingga sulit untuk mencari lahan parkir yang aman.

Bahkan beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di lahan parkir memang cukup menyita perhatian. Bagaimana seharusnya membangun lahan parkir di Jakarta?

Ketua Umum Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) DKI Jakarta, Bagus Tatang Dewantoro menyatakan, untuk wilayah DKI Jakarta cocoknya menggunakan lahan parkir bertingkat.

"Di Jakarta cocoknya itu ya lahan parkir bertingkat. Karena terbatasnya lahan dan tingkat keamanannya,"

Meski demikian, Bagus menegaskan bahwa desain lahan parkir memang krusial, namun lebih krusial adalah konstruksi bangunannya. Jadi berbagai macam desain, baik lahan parkir bertingkat, basement atau lainnya tidak akan menemui masalah apabila konstruksi desain bangunannya sesuai standar dan kriteria.

Misalnya untuk membuat parkir bertingkat di sebuah gedung, maka harus dipertimbangkan kekuatan dari tembok penghalangnya. Bisa diikat dengan besi dengan jarak 0,5-1 meter ada satu besi agar tembok tersebut menjadi kuat menghadapi benturan. Bukan sekedar tembok batu bata.

"Tembok penghalang menjadi rentan apabila pengikatnya tidak terlalu kuat," ujarnya.

Bagaimana lahan parkir yang ideal untuk Jakarta? Menurut Bagus, lahan parkir bertingkat sangat cocok untuk Jakarta. Sempitnya lahan, bertambahnya jumlah kendaraan, dan mahalnya harga lahan membuat parkir bertingkat paling rasional untuk dipilih.

Dengan adanya mainstream baru green architecture, menurut Nugroho, kedepannya lahan parkir bertingkatlah yang akan semakin dikembangkan.
Yakni lahan parkir yang lebih hemat energi. Sebab kalau lahan parkir ke bawah, yakni di basement membutuhkan energi cukup besar baik untuk pencahayaan maupun sirkulasi udara. Selain itu dengan mengadopsi model parkir yang diberlakukan di Minneapolis AS tersebut, pengendara mobil akan memarkirkan mobilnya di gedung parkir yang sewanya sesuai dengan kantongnya. Sebab semakin mendekati pusat kota, biaya parkir semakin mahal. Sehingga mengurangi polusi akibat berjubelnya mobil pribadi.

"Namun ini harus ditunjang dengan sistem transportasi publik yang mapan. Sebab biasanya ke tempat tujuan setelah memarkirkan mobilnya, kemudian mereka naik bus untuk bisa mencapai sky way menuju tempatnya bekerja," paparnya.

 
http://news.okezone.com