Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

Rangka Dasar Gambar Animasi

Pengertian animasi karakter adalah suatu teknik penggambaran dan pengolahan karakter baik berupa 2 dimensi maupun 3 dimensi sehingga peran/karakter yang dibuat seolah-olah hidup dan bersifat seperti makhluk hidup. Pada Abad 21 perkembangan gambar animasi mulai mengaitkan pada teknologi komputer.

Tahapan Pengembangan Karakter Animasi

Sebelum memulai pekerjaan untuk membuat sebuah animasi, terdapat beberapa hal yang harus kita lakukan terlebh dahulu guna untuk melihat animasi seperti apa yang ingin dibuat dan dengan cerita apa. Hal ini tentunya perlu dilakukan suatu riset sebelum pra produksi. Adapun riset yang dilakukan adalah diantaranya adalah:

1. Menentukan tema cerita dan tujuan cerita

2. Membuat sinopsi dan skrip

3. Memunculkan karakter, sifat, dan ciri yang sesuai dengan sinopsis yang telah dibuat

4. Pengumpulan dokumentasi, termasuk setting, props, dan lokasi.

Setelah proses riset dan pengumpulan data selesai, selanjutnya masuk ke stage lebih tinggi yaitu pra-produksi. Dimana pada tingkat ini seorang animator dan timnya bekerja untuk mendesign, merancang, dan menentukan standard warna yang pas pada sebuah karakter, props, sets, dan lokasi. Adapun bentuk dari storyboard meliputi:

1. Gambar visual

2. Sound effect

3. Dialog

4. Adegan, dan

5. Durasi

Sebagai seorang animator, tentunya harus memiliki prinsip-prinsip dasar yang dijadikan sebagai patokan dalam pembuatan karakter animasi. Ada 12 prinsip dasar yang harus di perhatikan oleh para animator dalam membuat gambar animasi yaitu,

1. Pose dan gerakan antara (Pose-To-Pose Action and Inbetween)

2. Pengaturan waktu (Timing)

3. Gerakan sekunder (Secondary Action)

4. Akselerasi gerak (Ease In and Out )

5. Antisipasi (Anticipation)

6. Gerakan penutup dan perbedaan waktu gerak (Follow Through and Overlapping Action)

7. Gerak melengkung (Arcs)

8. Dramatisasi gerakan (Exaggeration)

9. Elastisitas (Squash and Stretch)

10. Penempatan di bidang gambar (Staging)

11. Daya tarik karakter (Appeal)

12. Penjiwaan peran (Personality)


Sumber : wartawarga.gunadarma.ac.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Senin, 24 Mei 2010

Tips dan Trik Membuat Film Dengan 3D Visual Effect Canggih


Film-film Hollywood banyak menggunakan visual effect canggih yang membuat film mereka lebih hidup. Kenapa orang Indonesia belum bisa membuat film yang berkualitas seperti orang luar sana? Padahal selidik sana sini sebenarnya orang Indonesia banyak dapat kerjaan dari production house dari luar. Sebenarnya game-game 3D Visual juga ada beberapa yang hasil kerjaan production house Indonesia juga. Jadi sepertinya buka masalah kemampuan tapi masalah ide kreatif yang kurang. Sehingga kita hanya bisa mengerjaakn proyek orang lain, dan masih belum bisa menghasilkan produk sendiri yang berkualitas.

Di internet banyak tutorial dan cara bagaimana menghasilkan film dengan 3D Visual effect canggih. Contohnya ada tutorial bagus dari Wikipedia di sini yang memberikan informasi bagaimana film dengan visual effect canggih bisa dihasilkan. Mulai dari teknik-teknik sederhana, penggunaan software, dan penggolahan film sehingga bisa menjadi film dengan kualitas hollywood. Beberapa langkah praktis dalam membuat film tersebut kira-kira seperti berikut:

 1. Shoot film, seperti kegiatan produksi film biasa. Lakukan pengambilan gambar yang diperlukan.

 2. Buat visual effect atau animasi dengan software 3D. Bisa dengan 3dmax, lightwave, Cinema4D, Maya, atau yang gratis Blender. Software tersebut sebenarnya merupakan software 3D modelling yang juga bisa untuk animasi. Selain software diatas ada beberapa software yang memang khusus untuk keperluan animasi & visual effect movie yaitu Vue, Bryce, Poser, dan DAZ Studio.

 3. Setelah animasi dan visual effect selesai selanjutnya dilakukan kombinasi atau penggabungan antara visual effect yang biasa disebut compositing. Software yang digunakan bisa dengan Apple Shake, Adobe After Effects, Autodesk Combustion, D2 Software Nuke, Eyeon Digital Fusion, Jahshaka. Namun untuk hasil yang lebih real atau nyata bisa menggunakan platform yang mengkombinasikan solusi software & hardware. Platform tersebut bisa dengan Autodesk Inferno, Autodesk Flame, dan Autodesk Flint.

 Itulah ringkasan langkah-langkah praktis produksi film dengan animasi dan visual effect.



http://www.flobamor.com