Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Mei 2010

Tips Sehat Memilih Botol Susu

Para ibu harus sangat hati-hati dalam memilih botol susu untuk anaknya, karena ada beberapa botol susu bayi mengandung zat kimia yang sangat berbahaya dan bisa menimbulkan masalah kesehatan nantinya.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa digunakan dalam memilih botol susu bayi yang aman dan tepat:

Pilihlah ujung botol susu yang pas ukurannya dengan mulut bayi dan tahap perkembangannya. Untuk bayi yang baru lahir tidak perlu menggunakan ujung botol yang orthodontis sampai dengan bayi tersebut memiliki gigi.

Bacalah dan ikuti petunjuk range usia yang tercantum dalam botol, jangan memberikan bayi botol susu yang tidak sesuai dengan usianya.

Botol plastik memerlukan perawatan dalam mencuci dan menjaga kebersihannya, sterilkan selalu botol sebelum digunakan bisa dengan menggunakan alat steril khusus atau mengocoknya dengan air panas untuk membunuh bakteri.

Orang tua harus lebih jeli dalam membaca label dan memastikan bahwa produk tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya, atau cari botol yang ada tanda 'recycle' sehingga bisa digunakan kembali, atau pilih yang botol dengan tanda 'food grade'.

Seringlah bertukar pendapat dengan ibu yang lain mengenai pengalamannya dalam menggunakan botol susu pada bayi. Untuk bayi yang sudah agak besar pilihlah ujung botol dengan lubang yang lebih besar dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Setelah bayi meminum susu sebaiknya didirikan di bahu sang ibu sampai bayi tersebut bersendawa sehingga susu yang sudah diminum tidak keluar lagi. Kemudian meminumkan bayi dengan air putih untuk membilas rasa manis yang masih tersisa di tenggorokan sehingga bayi tidak akan batuk.

Selain memilih botol susu yang tepat sebaiknya para ibu juga membaca kode berupa huruf atau simbol di bawah kode botol seperti simbol segitiga yang menentukan jenis bahan plastiknya. Berikut beberapa kode yang dikutip dari Reuters.

1. PET/PET atau Polyethylene Terephthalate
Bahan ini dipakai untuk botol plastik transparan seperti kemasan untuk air mieneral. Botol ini aman digunakan untuk sekali pakai dan jangan memasukkan air panas atau hangat.

2. HDPE atau High Density Polyethylene
Bahan ini biasa dipakai untuk botol susu berwarna putih susu. Seperti PET bahan ini hanya direkomendasikan untuk pemakaian sekali.

3. PVC atau Polyvinyl Chloride
Bahan plastik ini sangat sulit didaur ulang dan biasanya digunakan juga untuk botol dan pembungkus plastik (cling wrap). PVC berbahaya untuk ginjal dan hati.

4. LDPE atau Low Density Polyethylene
Bahan ini dapat didaur ulang dan cocok untuk tempat makanan atau botol yang lentur. Bahan ini baik untuk tempat makanan.

5. PP atau Polypropylene
Bahan ini adalah paling aman jika Anda membeli barang berbahan plastik seperti untuk botol bayi atau tempat makanan.

6. PS atau Polystyrene
Bahan ini biasa dipakai untuk tempat minuman sekali pakai atau kotak makan styrofoam. Bahan styrene berbahaya untuk otak dan sistem saraf. Beberapa negara sudah melarang pemakaian bahan ini.

7. Others
Jika simbolnya tertulis others itu artinya bahan plastiknya bisa berasal dari Acrylonitrile Butadiene Styrene Acrylic, Polycarbonate, Polylactic Acid, Nylon atau Fiberglass. Sebaiknya hindari yang tertulis Polycarbonate karena mengandung BPA.


http://health.detik.com

Rabu, 05 Mei 2010

Bagaimana Mencukur Rambut Bayi

Mencukur rambut bayi merupakan satu tradisi yang biasa dijalankan dalam serangkaian aktivitas menyambut kelahirannya. Ada yang mencukurnya secara tuntas ada pula yang hanya dipotong sedikit sebagai simbol saja. Mencukur rambut bayi dipercaya dapat memperlebat tumbuhnya rambut bayi. Walaupun sebenarnya hal ini masih perlu ditinjau lagi mengingat lebatnya rambut sangat terkait dengan faktor genetik

Kapan Dilakukan? Bermacam-macam jawabnya. Jika menurut ajaran agama Islam, mencukur rambut bayi dilakukan di hari ke-7 kelahiran. Dalam adat Jawa, mencukur rambut bayi dilakukan ketika selapan, yaitu bayi tepat berumur 35 hari. Sedangkan dalam adat Bali, mencukur bayi dilakukan pada saat bayi berumur 6 bulan.

Kalau dilihat dari segi kepraktisannya, maka mencukur rambut bayi di awal-awal kelahirannya lebih menguntungkan karena bayi relatif tidak banyak bergerak. Hal ini tentu sangat membantu untuk mencegah luka karena bayi terlalu banyak merespon. Maka, sebaiknya mencukur rambut bayi dilakukan ketika bayi sedang tertidur pulas. Atau bisa juga dengan dibantu menyusui agar bayi tenang.

Mencukur rambut bayi ini sebenarnya bisa dilakukan oleh orangtua sendiri. Peralatannya pun tidak sulit didapatkan. Untuk mencukur rambut bayi hanya diperlukan:

pisau cukur. Berikan mata pisau yang baru. Model pisau cukur yang nyaman dan aman untuk orang dewasa tentu yang terbaik digunakan
sabun/sampo. Pilih yang aman untuk bayi. Sabun/sampo ini gunanya untuk memudahkan pencukuran sehingga hasilnya rapi dan melicinkan kulit kepala agar tidak mudah tergores
air bersih. Tempatkan di mangkuk kecil. Gunanya untuk membersihkan pisau setiap kali mencukur
 
posisikan bayi senyaman mungkin. Sebaiknya bayi dipangku/digendong selama pencukuran untuk memudahkan proses serta mengontrol gerak bayi. Agar pencukuran lebih efektif, posisikan bayi setengah duduk sambil menyandarkan leher dan punggung bayi pada lengan kita. Hal ini agar posisi kepala bayi cukup terbuka bagian depan maupun belakangnya sehingga pencukuran dapat dilakukan langsung dari dahi menuju tengkuk.
basahi rambut bayi dan sisir rambut bayi ke belakang untuk mempermudah pencukuran
kerik sedikit sabun atau celupkan mata pisau ke dalam sampo yang sudah diencerkan
mulailah mencukur dari depan ke belakang secara merata. Cukurlah pangkal rambutnya, bukan ujungnya hingga hasilnya lebih rapi. Tidak perlu terlalu menekan. Rambut bayi sangat halus. Dengan sedikit sisiran mata pisau yang licin saja rambut bayi sudah tercukur
celupkan mata pisau ke dalam air bersih setiap kali selesai satu alur mencukur untuk membersihkan rambut hasil cukuran yang menempel di mata pisau sehingga pisau bisa digunakan kembali
rapikan sisa rambut yang belum tercukur dengan hati-hati. Biasanya rambut tidak tercukur karena posisinya yang sulit diraih. Bentuk kepala bayi kadang tidak bulat sempurna. Ada beberapa bagian cekung atau tersembunyi seperti di balik telinga. Tidak usah memaksakan harus bersih tuntas jika memang sulit dilakukan
basuh kepala bayi dengan air hangat untuk membersihkan seluruh sisa cukuran
sikat tengkuk bayi dan bagian lain setelah rambut kering untuk membersihkan sisa cukuran yang mungkin menempel di kulit. Gunakan sikat rambut bayi yang lembut

Nah. kini kepala bayi sudah rapi tercukur. Dengan perawatan yang tepat, semoga rambut si kecil benar-benar indah ya tumbuhnya


http://www.nusantaraku.org