Tampilkan postingan dengan label baju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baju. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

Kampoeng Laweyan Penghasil Batik Tulis

Dulu Kampung Laweyan merupakan sentra industri kain tenun dan bahan pakaian yang sering disebut Lawe. Kampoeng Laweyan sudah ada sebelum masa pemerintahan Kraton Pajang pada abad 15 M.

Pada tahun 1546 M Kyai Ageng Henis bermukim di desa Laweyan. Beliau merupakan bangsawan keturunan Prabu Brawijaya V. Selain menyebarkan agama Islam di Laweyan, Kyai Ageng Henis juga mengajarkan teknik pembuatan baju Batik Tulis yang merupakan tradisi leluhur dari kalangan istana.

Batik Tulis adalah suatu teknik melukis di atas kain dengan menggunakan berbagai peralatan seperti canthing (alat untuk mengoleskan malam pada kain), gawangan (rangka bambu untuk membentangkan kain), wajan (tempat untuk mencairkan malam), anglo (tempat pengapian arang), tepas (kipas), kain pelindung, saringan malam dan dingklik (tempat duduk).Pada waktu itu bahan pewarna yang digunakan berasal dari pohon tinggi, mengkudu, soga, dan nila. Sedangkan untuk bahan soda memakai soda abu dan bahan garam dari lumpur. Karena semua bahan tersebut berasal dari alam, maka tidak menimbulkan polusi pada lingkungannya.

Proses pembuatan batik tulis meliputi beberapa tahapan seperti mola (membuat pola), ngiseni (mengisi bagian yang sudah dibuat polanya), nerusi (membatik pada sisi sebaliknya), nemboki (menutup bagian kain yang tidak akan diwarnai), mbiriki (proses penghalusan tembokan), pewarnaan, nglorot (merebus kain agar malamnya larut / lepas) dan mbabari.Karena proses yang panjang dan sangat membutuhkan keahlian dari pembatik, maka batik tulis dijual dengan harga yang mahal. Batik tulis tergolong sebagai Batik Halus (nomor satu). Batik tulis dari kain sutera merupakan batik termahal dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Baju Batik ini dibuat untuk memenuhi permintaan pasar segmen menengah ke atas dan untuk keperluan ekspor.

Sumber : kampoenglaweyan.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Kamis, 01 Juli 2010

Sensasi Belanja Murah Pasar Cipadu

Siapa tahu lagi perlu bahan baju, celana, seprei, atau kain gorden dengan harga miring,dan ingin mencoba sensasi belanja murah,tak ada salahnya melongok pasar kain di daerah Cipadu Tangerang. Di tempat ini terdapat sekitar 300 kios yang tersebar di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Larangan. Kios yang umumnya berukuran 3 x 4 meter itu hampir semuanya ditempati para pedagang kain.

Cipadu tak seramai Pasar Tanah Abang. Tapi, Cipadu, kata Ricky, punya kelebihan tersendiri. "Di Tanah Abang memang ramai pengunjung, tapi pedagangnya juga banyak. Di sini, pembeli tak berjubel, tapi tetap saja ada yang datang mencari barang karena tempatnya luas dan tak berdesak-desakkan." Pembeli, lanjutnya, biasanya dari daerah Ciledug, Bintaro, Tangerang, dan sekitarnya. "Kadang ada juga yang dari luar daerah. Biasanya datang berombongan."

Sedangkan ada pula pedagang yang mengkhususkan diri menjual bahan jins dengan aneka corak dan warna yang dijualnya Rp 37 sampai 45 ribu per potong celana. Ia punya alasan tersendiri, kenapa menjual bahan jins dan bukan celana jins siap pakai. "Yang suka bahan jins banyak. Lagipula, tak semua orang suka celana jins yang sudah jadi. Kalau beli bahan, jahit sendiri, ukurannya bisa pas di badan," ujar pria yang sudah empat tahun membuka usaha di Cipadu dan punya banyak pelanggan, bahkan dari luar kota. Mulai dari Surabaya, Semarang, sampai Aceh. "Biasanya orang ke sini tak sekadar ingin mencoba rasanya belanja murah, tapi sekalian jalan-jalan. Kadang ibu-ibu pejabat dan artis juga belanja di Cipadu."

Bahan atau kain yang ditawarkan yang ditawarkan di Cipadu sebagain merupakan kain impor atau sisa ekspor yang dijual secara kiloan. Belakangan, banyak juga kios yang menyediakan baju dan perlengkapan busana muslim. Yang juga tak kalah semarak adalah seprei, bedcover, dan bantal aneka ukuran. Yang jelas, harganya jauh lebih murah ketimbang di mal.

Sumber : detikcom

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Rabu, 19 Mei 2010

Cara Memakai Baju Muslim



Cara memilih Pakaian Muslim gamis dan cara memakai baju muslim padu padan warna serasi,Seperti halnya busana kontemporer lainnya, busana muslim gamis juga bisa dibikin gaya, modis dan trendi.

Coba disimak ya tips di bawah ini tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berbusana atau memakai pakaian muslim seperti gamis bagi muslimah yang tetap ingin mengikuti perkembangan trend mode baju muslim modern.

1. Bagi muslimah yang tinggal didaerah tropis, pilihlah bahan yang dingin dan mudah menyerap keringat seperti bahan katun, shantung, jersey cocok untuk dipakai dalam busana sehari-hari. Sementara, untuk busana pesta lebih baik memakai bahan sutra, sifon, atau satin yang mampu memberikan kesan mewah.

2. Untuk detail, bordir mewah yang penuh hanya cocok dipakai saat menghadiri acara pesta atau formal lainnya. Untuk penggunaan sehari-hari lebih baik memakai gamis yang bermotif sederhana saja ya.

3. Dari segi warna, dapat menggunakan palet netral sebagai busana kerja atau bersantai. Sebaliknya, saat menghadiri pesta, kenakan gamis yang berlatar gelap bordir keemasan atau memiliki detail payet.

4. Padukan jilbab atau kerudung yang sesuai dengan warna busana muslim gamis yang anda kenakan.Gunakan aksesori jika gamis terkesan sederhana. Namun, jangan berlebihan. Cukup kalung panjang berliontin menarik atau gelang mutiara yang melingkar manis di pergelangan tangan. Sebaliknya, jika gamis yang sudah ramai hindari penggunaan aksesori. Cincin saja sudah cukup Anda pakai sebagai aksesori.
Selamat Mencoba Tips bergaya Dengan Busana Muslim Gamis ini ya.



http://rumahmadani.com
Temukan semuanya tentang Bisnis, Pasang Iklan, Iklan Jasa, Iklan Baris