Tampilkan postingan dengan label atap baja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atap baja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juni 2010

Baja Ringan Alternatif Baru Pengganti Kuda Kuda Kayu



Baja ringan sebagai alternatif baru material rangka atap baja akhir-akhir ini makin populer dan bahkan menjadi trend tersendiri, ditandai dengan banyaknya jumlah merk rangka atap baja ringan di Indonesia. Di satu sisi, jumlah merk yang banyak itu membuat konsumen bisa bebas memilih mana yang dianggap paling cocok dengan kebutuhan ataupun dana yang tersedia. Tetapi di sisi lain, banyaknya merk tersebut juga mengakibatkan terjadinya “perang harga” yang bisa merugikan konsumen. Mengapa? Karena sudah banyak penjual rangka atap baja ringan yang menurunkan standar kualitasnya agar harganya menjadi “miring”. Penurunan standar kualitas itu tentu saja sangat membahayakan. Sudah banyak berita mengenai robohnya rangka atap baja ringan di berbagai lokasi, bahkan beberapa di antaranya diberitakan di surat kabar. Salah satu penyebab munculnya “kualitas non-standar” itu adalah karena sampai saat ini di Indonesia belum ada peraturan (building codes) untuk struktur bangunan dengan baja ringan!!

Berikut beberapa hal penting sebagai berikut :

Mutu atap Baja Karena ketebalan profil baja ringan sangat tipis (yang beredar di Indonesia berkisar 0,5 sampai 1 mm), bahan baja yang harus dipakai adalah baja mutu tinggi atau biasa disebut HI-TEN (High Tension Steel).

Lapisan di Indonesia yang umumnya dipakai adalah lapisan Z (Zinc) yang sering disebut Galvanis atau lapisan AZ (Alumunium dan Zinc). Masing-masing lapisan punya kelebihan maupun kekurangan sendiri. Banyak orang salah mengerti bahwa bahan Alumunium Zinc lebih baik daripada Zinc (Galvanis), padahal yang menentukan adalah ketebalan lapisan yang dipakai, bukan jenisnya.

Desain Stuktur Karena perilaku strukturnya yang berbeda, struktur rangka atap baja ringan tidak bisa dihitung menggunakan software analisis struktur untuk konstruksi baja tebal yang umum dipakai. Sistem Pengaku / Bracing dan Murplat (Top Plate) Rangka atap baja ringan dibuat dari baja tipis, meskipun telah dibuat menjadi bentuk profil yang kokoh, kekuatannya tinggi tetapi kekakuannya lemah (dibanding balok kayu misalnya). Dengan kekakuan yang lemah, struktur rangka atap baja ringan harus dilengkapi dengan batang pengaku / bracing yang cukup. Banyak kasus rangka atap baja ringan yang roboh akibat kurangnya batang pengaku/bracing ini.

Alat Sambung (Self Drilling Screw) dan Pemasangannya salah satu bagian terpenting dari struktur rangka atap baja ringan. Self Drilling Screw (SDS), atau sekrup dengan ujung penembus baja tanpa mur. Untuk baja tipis, SDS yang dipakai harus jenis khusus dengan alur yang kasar, dan adanya ruang di bawah kepala baut. Alur yang kasar akan membuat baja tipis tersusun di antara alur (bukan dirusak oleh alur), sehingga SDS mampu memikul beban yang besar di sambungan. Hal lain yang juga penting adalah bahwa pemasangan SDS harus memakai alat khusus berupa screw driver yang dilengkapi dengan kontrol torsi. Tanpa adanya kontrol torsi, SDS beresiko kehilangan fungsinya karena aus (overtighten), di mana keadaan ini amat berbahaya. Jadi dalam memilih rangka atap baja ringan yang akan kita pakai, pengalaman dan merk yang bisa dipercaya jauh lebih baik dan lebih penting dibanding dengan harga yang “asal murah”


http://oerleebook.wordpress.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Selasa, 25 Mei 2010

Aman dengan Atap Baja Ringan



Dibanding kayu, rangka atap baja ringan juga lebih aman. Begitu penilaian Ibnu Mas'ud, pemilik perusahaan rangka atap baja ringan PT Arta Emas Abadi. Baja, menurut Ibnu, memiliki elastisitas yang tinggi sehingga tidak akan langsung patah ambruk jika suatu kali terjadi gempa.

Saat terjadi kebakaran pun tidak akan hancur dilumat api. Ini berbeda dengan rangka dari kayu yang justru akan memperbesar api jika terjadi kebakaran.

''Bukan berarti baja tahan api. Minimal, kalau terjadi kebakaran tidak akan memperbesar api. Rangka tidak akan langsung jatuh, masih tetap kokoh. Hanya baja-baja yang rusak yang diganti, tidak perlu seluruhnya,'' papar Ibnu.

Dari sekian banyak keunggulan, rangka atap baja tentu memiliki kelemahan. Menurut Yuyu, kelemahannya hanya satu yaitu pemasangan. Rangka atap baja ringan tidak bisa dipasang oleh sembarang orang. Hanya orang-orang terlatih yang bisa melakukannya. Hal ini karena struktur rangka baja telah dihitung secara tiga dimensi menjadi satu kesatuan. Andaikan ada satu saja pemasangan yang tidak tepat akan melemahkan struktur lainnya.

''Pemasangan harus hati-hati dan dilakukan oleh orang yang ahli. Kalau pemasangan dilakukan dengan tepat, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Rangka akan kuat, genteng pun tertata rapi dan indah. Penghuni pun akan nyaman,'' papar Yuyu.

Harganya? Cukup bervariasi. ''Harga tergantung dari ukuran. Dan biasanya, harga sudah satu paket dengan pemasangan dan pengiriman,'' kata Ibnu. Sekadar gambaran, rangka baja ringan jenis zinc aluminium ukuran 0,80 mm ditawarkan Rp 130 ribu per meter persegi (bentuk atap pelana/biasa), sedangkan untuk atap bentuk jurai (limas) Rp 135 ribu per meter persegi. Bagaimana, cukup terjangkau?

infoanda.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis Indonesia